Gawat! Salah Data Bisa Bikin Hak Bansos Amblas, Ini Kata KPI!

Nasional108 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Data desil pemerintah lagi-lagi bikin heboh. Koalisi Peduli Indonesia (KPI) blak-blakan nyentil pemerintah supaya nggak gampang percaya sama angka-angka di sistem kalau kenyataan di lapangan jauh banget dari kata layak.

​Ketua Umum KPI, Ahmad Fauzi, ngingetin kalau urusan data ini bukan cuma masalah administrasi biasa. Buat anak muda atau keluarga yang lagi berjuang di luar sana, salah kelompok desil bisa bikin akses bantuan sosial (bansos) langsung blacklist atau ilang begitu aja.

​“Kalau kondisi di lapangan beda sama data, ya datanya yang dibenerin, bukan rakyatnya yang dipaksa ngalah,” tegas Ahmad Fauzi, Selasa (8/9/2026).

​Dinamika Kehidupan Cepat: Kondisi keuangan orang bisa berubah drastis dalam hitungan bulan—mulai dari kena PHK sampai penurunan omzet—tapi data pemerintah sering banget telat update.

 

Baca Juga  Pj Gubernur Sumut Tegaskan Sanksi bagi ASN Tidak Netral di Pilkada 2024

​Sistem vs Realita: Terlalu ngandelin sistem digital tanpa verifikasi langsung bikin banyak warga rentan yang harusnya dibantu malah kelewat.

 

​Birokrasi Ribet: Warga sering bingung gimana caranya protes atau benerin data mereka yang nyasar di sistem.

 

​3 Poin Tuntutan KPI Buat Pemerintah:

 

​Buka Ruang Koreksi Kilat: Bikin mekanisme sanggah atau pengaduan yang gampang diakses sampai tingkat kelurahan, jadi warga nggak ribet kalau mau protes data.

 

​Validasi Lapangan Wajib Jalan: Jangan cuma duduk manis liat layar komputer; verifikasi langsung ke bawah itu krusial biar data akurat.

​Evaluasi Total Sistem: Fokus utama data harusnya buat ngeringanin beban rakyat yang butuh, bukan cuma ngejar kerapian angka di atas kertas.

Baca Juga  Trans Kieraha: Membuka Isolasi, Membangun Kesejahteraan Rakyat Maluku Utara

​Vibe pendataan ke depan harusnya ngebantu, bukan malah bikin repot. Gimana menurut kamu, pernah ngalamin data bansos atau subsidi yang nggak sinkron juga?(red).