PASURUAN, Markaberita.com — Buat kalian yang ngira portofolio bank daerah pasti aman dan vibe-nya stabil, temuan resmi ini bakal bikin reality check. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Nomor 22/T/LHP/DJPKN-V-SBY/PBD.02/02/2026 yang diterbitkan tanggal 13 Februari 2026, Bank Jatim Kantor Cabang (KC) Pasuruan ketahuan punya “penyakit” tata kelola kredit yang ugal-ugalan dan jauh banget dari konsep prudent banking.
Laporan keuangan kelihatannya glow up dan rapi jali, tapi aslinya nyimpen bom waktu kredit macet masif di lapangan.
Berdasarkan audit tersebut, ada 4 titik krusial yang bobrok di KC Pasuruan serta Capem Warungdowo & Pandaan:
Pertama, the toxic revolving credit pada kasus CV ISP. KC Pasuruan pede banget acc penambahan plafon Kredit Modal Kerja (KMK) Rekening Koran sampai Rp6 miliar buat CV ISP. Plot twist-nya? Perputaran piutang debitur ini 333 hari dan stok persediaan macet 339 hari. Ini red flag parah buat revolving credit yang harusnya muter cepet, tapi malah kayak jalan di tempat.
Kedua, ghost cashflow alias resto tanpa data pada kasus CV MKM & debitur Roh. Di Capem Warungdowo & Pandaan, Account Officer (AO) plus penyelia main approved restrukturisasi tanpa modal cashflow projection yang bener. Cuma ngejar formalitas admin, kemampuan bayar aslinya nggak diuji. Hasilnya? Udah ditebak, macet lagi di tengah jalan.
Ketiga, ghosting SLIK OJK pada kasus debitur Chu. Pas restrukturisasi tahap dua buat debitur Chu, manajemen skip ngecek total utang lain yang sebenarnya terpampang nyata dan transparan di SLIK OJK. Akurasinya meleset jauh, dan fasilitas langsung terjun bebas ke Kolektibilitas 4 (Diragukan). Classic skill issue.
Keempat, panik mode alias fire-fighting mitigation. Alih-alih fix masalah dari akar di hulu, penanganan manajemen pas portofolio ambruk malah 100% reaktif: nagih intens, restpo lanjutan, dan sita agunan. Ibarat nambal ember bocor pakai selotip doang pas airnya udah mau tenggelamkan kapal.
Tanpa audit internal yang transparent plus punishment tegas buat oknum pemutus kredit yang nabrak SOP, risiko pembusukan portofolio ini bakal ngabisin sanity dan kesehatan finansial Bank Jatim secara keseluruhan. Sampe artikel ini dirilis, pihak manajemen Bank Jatim KC Pasuruan masih no comment / belum bisa dikonfirmasi.(red).
Gimana, masih mau trust issues sama portofolio “rapi” di perbankan daerah? Spill pendapat kalian di kolom komentar ya.
Disclaimer redaksional: Disarikan dari LHP BPK RI Nomor 22/T/LHP/DJPKN-V-SBY/PBD.02/02/2026 tertanggal 13 Februari 2026 atas tata kelola kredit Bank Jatim KC Pasuruan.




