Dekan FTIP Unpad: “Tidak Lagi Duduk Bareng, Tapi Aksi Bareng” Perkuat Agroforestri

Daerah, Tokoh71 Dilihat

Dekan FTIP Unpad: “Tidak Lagi Duduk Bareng, Tapi Aksi Bareng” Perkuat Agroforestri

 

BANDUNG — Program agroforestri berbasis warisan budaya yang baru berjalan 1 tahun dinilai harus segera diperluas melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu disampaikan Dr. Gumilang Lara Utama, S.TP., M.T., Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran sekaligus Koordinator Program FOLU Net Sink 2030*, saat menjawab pertanyaan wartawan markaberita.Com, usai kegiatan diskusi di Mason Pine Hotel, KBB, Kamis (11/9/2026).

Menurut Dr. Gumilang, minimnya kehadiran unsur pemerintah dalam kegiatan ini wajar karena program masih tahap inisiasi.

“Ya mungkin koordinasi yang belum terjalin karena ini kita juga inisiasi baru 1 tahun programnya. Tapi tidak masalah siapapun yang hadir, kami sudah berusaha mengundang,” kata Dr. Gumilang kepada Dewi Aprisyin.

Baca Juga  Lapas Kelas II A Cikarang Berikan Bantuan Sosial kepada Keluarga Narapidana yang Tidak Mampu

Target Utama: Komunitas di Tingkat Bawah

Dr. Gumilang menegaskan target utama program ini adalah komunitas di tingkat bawah. Ke depan, pihaknya akan melakukan silaturahmi langsung ke masing-masing dinas untuk mensosialisasikan hasil diskusi.

“Kami ingin memperluas cakupan kolaborasi. Bahasanya sekarang itu ‘multi helix’. Siapapun yang bisa berkolaborasi kami rangkul. Karena kita melihat ada urgensi yang kuat, bencana semakin sering karena perubahan iklim,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin. Di *Living Lab* kegiatan digelar 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali. Para pendamping dan penyuluh yang langsung bersentuhan dengan petani juga rutin diundang.

Hasil Diskusi Akan Dibuat Policy Brief

Untuk menjangkau pengambil kebijakan, hasil diskusi ini akan dituangkan dalam bentuk policy brief dan disebar ke dinas-dinas terkait.

Baca Juga  Saksi yang di hadirkan JPU Pada Sidang Ke Empat Membuat "SURPRISE" Kepada Terdakwa Lambut Bin Saki

“Kalau untuk laporan ke tingkat dinas pengelola kebijakan, nanti kami akan buatkan. Di akhir kegiatan biasanya kami luangkan waktu untuk menuangkannya dalam bentuk policy brief, lalu kami share ke masing-masing,” ujarnya.

Ajakan “Aksi Bareng” untuk Semua Pihak

Pesan utama Dr. Gumilang untuk pemerintah adalah ajakan untuk tidak hanya berdiskusi, tapi langsung turun aksi.

“Pesan untuk pemerintah: kita terbuka untuk berkolaborasi. Jadi tidak lagi duduk bareng, tapi aksi bareng. Saya tidak melihat siapa itu dan siapa kami. Selama kita bisa lakukan aksi bersama-sama untuk kepentingan masyarakat, itu yang lebih penting,” tegasnya.

Ia berharap tingkat kolaborasi terus berkembang dan meluas. Program ini juga sudah dilaksanakan di beberapa tempat, termasuk di Living Lab Pasteur di dalam kota.

Baca Juga  Berbagi di Bulan Ramadhan, Relawan Ambulance Jatimulya Bagikan Sahur untuk Keluarga Pasien

“Kami ingin sosialisasikan bahwa dengan intervensi yang konsisten, ini bisa dilakukan. Program pemerintah, BUMN, atau swasta lewat CSR bisa melihat pola yang kami intervensikan. Mudah-mudahan ini jadi model yang bisa direplikasi di tempat lain,” pungkasnya.

#Agroforestri #FOLUNetSink2030 #Unpad #Bandung