Kabupaten Bekasi ll Markaberita.com– Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026, Camat Sukatani Agus Dahlan mengingatkan seluruh perangkat desa untuk menjaga netralitas selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Peringatan tersebut ditujukan kepada seluruh unsur pemerintahan desa, mulai dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa, Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Seksi (Kasi), Kepala Urusan (Kaur), hingga Kepala Dusun (Kadus).
Agus Dahlan menegaskan, perangkat desa tidak boleh terlibat dalam politik praktis, termasuk menggunakan jabatan, pengaruh, fasilitas maupun kewenangan yang dimilikinya untuk mendukung atau memenangkan calon kepala desa tertentu.
“Perangkat desa itu pembina dan pelayan masyarakat, bukan tim sukses. Saya minta semua menjaga jarak dari kepentingan politik Pilkades. Jangan ikut kampanye, jangan mengajak warga memilih calon tertentu, termasuk calon incumbent. Fokus kita adalah melayani masyarakat,” tegas Agus Dahlan, Jumat (11/9/2026).
Menurut Agus, sikap tidak netral dari aparatur pemerintahan desa berpotensi mencederai proses demokrasi sekaligus menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pilkades.
Ia mengingatkan agar tidak ada tekanan, intimidasi maupun pemanfaatan kewenangan pemerintahan desa untuk mengarahkan pilihan politik masyarakat.
“Kalau perangkat desa sudah tidak netral, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Jangan ada tekanan, intimidasi ataupun pemanfaatan kewenangan untuk mengarahkan pilihan masyarakat. Semua calon memiliki hak dan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Agus meminta seluruh perangkat desa tetap menjalankan tugas secara profesional dan tidak mencampuradukkan fungsi pelayanan publik dengan kepentingan politik dalam kontestasi Pilkades.
Tak hanya kepada perangkat desa, imbauan serupa juga disampaikan kepada para calon kepala desa dan tim pendukungnya. Agus meminta para calon tidak melibatkan Sekdes, Kasi, Kaur maupun Kadus dalam aktivitas kampanye atau kegiatan yang mengarah pada dukungan terhadap calon tertentu.
“Kalau ingin memenangkan hati masyarakat, adu gagasan, program dan kemampuan, bukan mengandalkan pengaruh jabatan atau kekuasaan,” tegasnya.
(Carim)






