Toxic Work Culture di LH Penjaringan: Mental Ditekan, Honor Disunat, Oknum Pejabat Malah Menghilang!

Hukum, Megapolitan144 Dilihat

​“Kerja rodi gaya modern? Dapet gaji pas-pasan malah kena potong tanpa alasan yang jelas. Fix red flag banget!”

JAKARTA, Markaberita.com​ – Dunia kerja instansi pemerintahan lagi-lagi tercoreng sama drama pelik. Kali ini, kasus dugaan intimidasi, ancaman pecat, sampai pemotongan honor alias “sunat gaji” bikin gempar lingkungan Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

​Berdasarkan spill dari narasumber terpercaya, oknum Kepala Satpel LH Penjaringan berinisial FR diduga kuat jadi dalang di balik toxic environment ini. Para pekerja yang berstatus Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) ngaku mental mereka kena mental tiap hari gara-gara sering diteror, dimarah-marahin tanpa alesan jelas, diperlakukan pilih kasih, sampe diancam dipecat seenak jidat.

​Gaji Dipotong Misterius: Dari 7,6 Juta Sisa Segini?

​Gak cuma mental yang diuji, dompet para pekerja juga jadi korban penjarahan halus. Salah satu sumber ngebongkar kalau honornya yang harusnya Rp 7,6 juta malah disunat sekitar Rp 5 juta! Parahnya lagi, aksi potong-memotong ini kejadian hampir tiap bulan tanpa ada transparansi atau kejelasan alesan dari pihak atasan.

​“Kami selalu merasa tertekan. Sedikit saja dianggap salah langsung dimarahi dan diancam akan dipecat. Honor juga sering dipotong tanpa penjelasan yang jelas,” keluh salah satu PJLP yang minta namanya di-anonimkan.

​Nggak berhenti di situ, muncul juga isu panas kalau si oknum pejabat ini diduga punya bisnis sampingan alias lapak lebih dari satu (salah satunya di kawasan Kapuk). Isu ini jelas jadi red flag tambahan yang wajib di-notice sama instansi terkait buat dicek legalitas dan potensi benturan kepentingannya.

​Kasus ini langsung dapet sorotan tajam dari Ketua Umum Komite Penyelamat Lingkungan (KPL), Jamaluddin Hadam. sabtu (08/08/26) dalam keterangan tertulis yang di terimaredaksi. Tanpa basa-basi, dia mendesak Pemprov DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, sampai Inspektorat buat gercep (gerak cepat) ngelakuin investigasi objektif.

Tindak Tegas: Kalau terbukti, aksi intimidasi dan sunat gaji ini jelas pelanggaran serius yang gak boleh dibiarin lolos begitu aja.

​Proteksi Pelapor: Jamaluddin juga wanti-wanti supaya para pekerja yang berani speak up dilindungi secara hukum biar gak kena intimidasi susulan dari pihak manapun.

Zero Tolerance: Sebagai pelayan publik, integritas itu harga mati. Kalau terbukti salah, sanksi tegas sesuai hukum wajib dijatuhkan tanpa pandang bulu!

​Para PJLP sekarang cuma bisa berharap Pemkot Jakarta Utara dan Dinas LH DKI gercep ngusut tuntas kasus ini sampai akar-akarnya.

​Update terakhir: Sayangnya, pas dikonfirmasi terkait berbagai tuduhan serius ini, si oknum Kasatpel LH Penjaringan berinisial FR milih buat ghosting alias belum ngasih respon maupun klarifikasi apa pun.(red).

Baca Juga  CWIG: Investasi Bodong Adalah 'Silent Killer', Dampaknya Setara Bahaya Judi Online