Spill The Tea! Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Booth Newport Bikin LASQI NJ Bogor Auto-Respon!

Hukum, Nasional147 Dilihat

​BOGOR, Markaberita.com — Jujurly, publik lagi dihebohkan sama kabar yang kurang enak didengar. DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (LASQI NJ) Kabupaten Bogor langsung trigger dan ngecam keras adanya info challenge hafalan Al-Qur’an di booth Newport yang dapet reward minuman keras (miras).

​Kalau sampai info ini valid alias beneran kejadian, konsep acara kayak gini definitely a big no. Jelas-jelas out of bounds dan kelewatan batas etika!

​Sekretaris Umum DPD LASQI NJ Kabupaten Bogor, Bobby KC, speak up dengan tegas pasang badan. Menurutnya, hafalan Al-Qur’an itu hal yang sakral, pure buat edukasi, spiritual, dan character building, bukan buat dijadikan gimmick murahan apalagi disandingkan sama barang haram kayak miras.

​“Al-Qur’an bukan gimmick. Al-Qur’an adalah pedoman hidup dan sumber pembentukan akhlak. Mengaitkannya dengan minuman keras adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan,” tegas Bobby KC saat kasih keterangan pers di Bogor, Rabu (12/08/26).

​Sebagai anak-anak gen masa kini yang support kreativitas, LASQI NJ pastinya paham banget kalau bikin konten atau campaign harus vibe-nya seru dan relate sama anak muda. Tapi ingat, creativity has its limits! Jangan sampai clout chasing bikin kita lose control sampai nabrak norma agama dan bikin gaduh publik.

Baca Juga  Haris Azhar Divonis Bebas, LQ Indonesia Lawfirm Minta Agar Oknum Polisi Dan Jaksa Yang Menyidangkan Seharusnya Dihukum Etik

​Makanya, buat pihak penyelenggara, no debat, kalian wajib banget clarify hal-hal ini secara terbuka:

Siapa otak di balik challenge hafalan Al-Qur’an ini (spill the organizer);

​Apa masterplan dan konsep di balik acara tersebut;

Target audiensnya siapa, apakah sempat melibatkan anak di bawah umur atau pelajar;

Valid atau tidaknya soal hadiah miras yang dibagikan;

Bagaimana bentuk sec-check atau pengawasan di lokasi, especially buat anak muda yang mampir.

​Buat netizen dan masyarakat luas, santai dulu guys, jangan langsung gugup atau ambil kesimpulan prematur sebelum ada penjelasan valid. Tapi kalau terbukti real, pihak penyelenggara harus siap gentle, take down konsepnya, evaluasi total, dan minta maaf secara terbuka ke publik!

Baca Juga  Sembunyikan Kesucian Al-Qur'an untuk Promosi Miras, Habib Salim bin Jindan Kutuk Keras dan Desak Presiden Prabowo Tutup Pabrik Serta Penjarakan Pihak Terlibat

​Daripada kasih reward yang red flag, mending apresiasinya diganti ke hal-hal yang positive vibes dan useful, kayak:

​Al-Qur’an fisik & buku keislaman yang estetik, ​Beasiswa pendidikan, ​Perlengkapan ibadah Atau support system buat prestasi anak muda lainnya.

​“Jangan jadikan Al-Qur’an sebagai sekadar alat menarik perhatian. Jadikan Al-Qur’an sebagai jalan untuk membangun generasi yang berilmu, berbudaya, dan berakhlak,” tutup Bobby KC full of vibes.(red).