Materi Festival Musik Ancol Disorot Publik, Koalisi Peduli Indonesia Minta Gubernur Copot Dirut

Hukum, Megapolitan79 Dilihat

JAKARTA, Markaberita.com — Jagat maya dan publik tengah dihebohkan oleh kabar dugaan materi sensitif yang dinilai melecehkan nilai-nilai agama di salah satu festival musik kawasan Ancol, Jakarta Utara.

​Koalisi Peduli Indonesia (KPI) langsung merespons situasi ini dengan mendesak pihak manajemen Ancol memberikan klarifikasi terbuka. Ketua Umum KPI, Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa acara hiburan seharusnya tetap menghormati norma agama dan sensitivitas publik.

​”Kami minta semua pihak tidak menganggap persoalan ini sepele. Jika benar ada materi atau tindakan yang menyinggung keyakinan, harus ada klarifikasi dan evaluasi total,” tegas Ahmad pada rabu (12/08/26).

​KPI menyatakan bahwa mereka tidak anti terhadap seni maupun kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan kreatif harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat yang beragam.

Baca Juga  DISPORA dan PRIMA DMI DKI Jakarta Dorong Dakwah Digital serta Ekonomi Kreatif Pemuda Masjid lewat Pelatihan Live Streaming

​Selain itu, KPI mendorong aparat penegak hukum untuk bergerak cepat memeriksa materi, konsep acara, serta mekanisme pengawasan selama festival berlangsung. Jika terbukti ada pelanggaran, tindakan tegas harus segera diambil.

​Dalam tuntutan utamanya, Ahmad Fauzi secara tegas mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk mencopot Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudian Lubis.

​KPI juga mengimbau publik, khususnya generasi muda, agar tetap bijak dan menyampaikan aspirasi secara damai tanpa memicu perpecahan, baik di dunia nyata maupun media sosial.

​“Hormati agama, hormati keyakinan, dan hormati kebebasan berekspresi. Semuanya harus seimbang demi menjaga kerukunan kita bersama,” tutup Ahmad.(red).