JAKARTA, Markaberita.com — Pengawasan proyek infrastruktur di ibu kota makin bikin geleng-geleng kepala. Kursi kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali disorot tajam gara-garanya rentetan kecelakaan kerja yang terus berulang dan nyaris merenggut nyawa pekerja lapangan.
Belum juga reda ingatan publik soal tragedi maut tewasnya tiga pekerja di gorong-gorong proyek PAM Jaya di Cipayung, Kamis (9/7/2026) lalu, musibah serupa kembali meletus. Dua pekerja proyek normalisasi trotoar dan gorong-gorong Dinas Bina Marga DKI Jakarta nyaris tewas tertimbun material tanah dan beton di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026).
Rentetan kecelakaan kerja yang seolah tiada habisnya ini bikin Ketua Padepokan Hukum Indonesia (PHI), Musyanto (Mus Gaber), melayangkan kritik pedas pada Selasa (11/8/2026). Ia mengecam keras sikap Pemprov DKI yang terkesan menutup mata tanpa tindakan tegas.
“Belum jelas penyelesaian kasus PAM Jaya yang sampai hari ini tidak ada tindakan apa-apa dari Gubernur Pramono, kini muncul lagi kasus nyaris tewasnya pekerja Dinas Bina Marga Jakarta. Sayangnya, Gubernur Pramono nampaknya hanya diam membisu,” cecar Musyanto tajam.
Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 14.50 WIB di jalur arah Cawang menuju Pulogadung. Proses evakuasinya berlangsung super dramatis dan memakan waktu hampir tiga jam penuh akibat buruknya mitigasi awal.
Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Parlin Nainggolan, mengungkap bahwa kedua korban adalah Udin (25) dan Syarifin:
Syarifin: Berhasil dievakuasi lebih dulu oleh sesama pekerja dan langsung dilarikan ke RSU UKI Cawang.
Udin: Terjebak cukup lama dengan kondisi sebagian tubuh terbenam di air keruh serta kedua kakinya tertindih material beton turap. Tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati sebelum akhirnya Udin berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar meski mengalami luka-luka dan lemas.
Saat ini, kedua korban tengah menjalani perawatan intensif di RSU UKI Cawang.
Kejadian beruntun ini membuktikan kalau standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek-proyek Pemprov DKI diabaikan begitu saja demi mengejar target proyek. PHI menegaskan agar pihak berwenang tidak asal lempar tanggung jawab dan menjadikan pekerja lapangan sebagai tumbal.
Audit dan investigasi total wajib digulirkan untuk membongkar sistem pengawasan yang bobrok dari level atas sampai bawah.
“Jangan sampai keselamatan pekerja dikorbankan cuma demi mengejar target proyek selesai. Kalau terbukti ada kelalaian secara struktural, pejabat yang berwenang harus berani bertanggung jawab dan dicopot,” tutup Musyanto.(red).



