Kepala UPRS VII L.E.R. Gloria Febriani Jangan Kebanyakan Ngopi: Gen Z & Milenial Penggilingan Sentil Krisis Sampah Rusun Tower C

Megapolitan295 Dilihat

​Jakarta, Markaberita.com — Krisis lingkungan akibat tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut di area Rusun Tower C memicu reaksi keras dari kalangan muda. Generasi Z dan milenial di wilayah RT 019 / RW 05 Kelurahan Penggilingan menilai masalah ini sudah darurat dan mencoreng citra tata kelola kota. Bau menyengat yang mencemari udara bukan cuma bikin sesak napas, tapi juga merenggut hak warga atas lingkungan yang sehat.

​Bagi anak muda setempat, carut-marut sampah ini bukan sekadar urusan teknis operasional. Masalah ini adalah cerminan nyata dari buruknya tata kelola dan komunikasi publik di tubuh Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) VII di bawah kepemimpinan L.E.R. Gloria Febriani.

​Yang bikin geram, pembiaran ini secara terang-terangan menabrak komitmen pemerintah daerah, termasuk mengabaikan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tertanggal 1 Agustus 2026 tentang percepatan penanganan kebersihan dan ketertiban lingkungan perkotaan. Alih-alih sat-set bergerak cepat, gaya kepemimpinan Kepala UPRS VII L.E.R. Gloria Febriani justru dinilai antikritik, apatis, dan gagal paham dengan esensi pelayanan publik era modern.

Baca Juga  Sinetron Saham Bir Jakarta: PKS Gigit Jari, Pemprov DKI Masih Setia Meski Penjualan PT Delta Mulai Oleng

​Kritik tajam turut disuarakan oleh aktivis dan perwakilan warga rusun, Rara Feminisme, dalam keterangannya pada Selasa (04/08/2026). Ia menegaskan bahwa dampak dari tumpukan sampah ini paling berat dirasakan oleh kelompok rentan, perempuan, serta anak-anak yang setiap hari harus menghirup polusi udara di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.

​“Perempuan dan anak-anak di rusun adalah pihak yang paling rentan menderita akibat kelalaian ini. Rumah seharusnya menjadi tempat yang aman dan sehat, bukan malah menjadi sumber penyakit karena pengelolanya abai. L.E.R. Gloria Febriani, turun tangan dan jangan kebanyakan ngopi di ruangan ber-AC sementara warga sesak napas di bawah!” — tegas Rara Feminisme, aktivis dan perwakilan warga rusun.

​Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan wilayah, Forum Pemuda bersama Pengurus Wilayah dan Warga Terdampak menyampaikan ultimatum terbuka kepada Kepala UPRS VII, L.E.R. Gloria Febriani:

  1. ​Aksi Nyata 1×24 Jam: Menuntut pembersihan dan pengangkutan total seluruh tumpukan sampah di Rusun Tower C dalam kurun waktu 1 x 24 jam demi merealisasikan semangat Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.
  2. ​Buka Ruang Kolaborasi: Menuntut L.E.R. Gloria Febriani untuk turun langsung ke lapangan, membuka kanal komunikasi transparan, serta merangkul anak muda, aktivis, dan pengurus RT/RW setempat untuk berdialog.
  3. ​Sanksi Administratif & Evaluasi Jabatan: Jika krisis ini terus dibiarkan tanpa solusi konkret, warga dan elemen pemuda siap melayangkan laporan resmi serta mendesak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk segera mencopot pejabat yang tidak kompeten.
Baca Juga  Hambatan di Jalur UP-UI, Perjalanan KRL Jakarta-Depok Terganggu Akibat Pohon Tumbang

​Kesehatan mental dan fisik warga, terutama generasi muda yang tumbuh di lingkungan tersebut, bukanlah kompromi. Kepemimpinan itu dibuktikan lewat kerja nyata di lapangan, bukan dengan aksi bungkam.(red).