Darurat Tramadol! Tanah Abang, Bandung, & Bekasi Disorot Jadi Sarang Mafia Obat

Megapolitan382 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Fix, ini udah darurat banget! Peredaran obat keras ilegal jenis tramadol lagi-lagi bikin resah publik. Baru-baru ini, tiga wilayah utama yaitu Tanah Abang (Jakarta Pusat), Kota Bandung, serta Kabupaten/Kota Bekasi disorot tajam karena diduga kuat jadi sarang utama peredaran tramadol yang dijual secara bebas tanpa filter.

​Seorang warga yang identitasnya sengaja dirahasiakan ngaku kalau praktik jual beli obat ini udah terang-terangan banget dan seolah nggak ada takut-takutnya. “Sudah lama terjadi. Seolah-olah tidak ada rasa takut. Masyarakat melihat praktik itu berlangsung terus,” ungkapnya, pada Sabtu (01/08/26).

​Nggak cuma soal penjualannya yang blak-blakan, warga juga sempat dengar bisik-bisik soal dugaan adanya oknum aparat yang ngebekingi jaringan ini. Tapi, tentu saja tuduhan ini butuh bukti valid biar nggak cuma jadi gosip atau spekulasi belaka.

Baca Juga  Pemuda Manggarai Serukan Perdamaian, Ajak Jaga Jakarta dari Anarkisme

​Buat Gen Z dan milenial, please catat ini: Tramadol bukan obat sembarangan! BPOM udah ngecap obat ini sebagai Obat-Obat Tertentu (OOT) dengan pengawasan super ketat. Artinya, obat ini wajib pakai resep dokter. Kalau nekat disalahgunakan cuma buat gaya-gayaan atau cari sensasi, efek sampingnya ngeri banget, mulai dari ketergantungan parah (kecanduan), gangguan saraf, depresi pernapasan, hingga kematian!

​Faktanya, sindikat obat ilegal ini juga nggak main-main skalanya. Sepanjang 2026 ini aja, BPOM sukses nggerebek operasi besar-besaran di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di mana mereka nemuin lebih dari 1 miliar tablet OOT ilegal (termasuk tramadol) dengan nilai ekonomi tembus ratusan miliar rupiah!

​Pengamat Politik dan Hukum, Muslim Arbi, langsung pasang badan dan minta aparat penegak hukum (APH) buat nggak kasih kendor. Menurutnya, pembersihan ini harus tuntas sampai ke akar-akarnya—nggak cuma nangkep reseller kecil di jalanan, tapi juga sikat habis bandar, distributor, sampai bekingannya kalau terbukti ada main, ujarnya pada Sabtu (01/08/26).

​“Negara tidak boleh kalah dengan mafia obat. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu,” tegas Muslim Arbi.

​Ia juga wanti-wanti kalau maraknya tramadol ilegal ini bener-bener ancaman nyata buat masa depan anak muda. Makanya, kolaborasi lintas instansi kayak Polri, BPOM, BNN, dan Pemda, jadi kunci utama buat mutus rantai setan peredaran obat ini.

Baca Juga  Truk Kontainer Diduga Rem Blong Hantam Sejumlah Kendaraan di Lampu Merah Unisma Bekasi

​Sekarang, bola panas ada di tangan aparat. Publik nunggu banget langkah nyata buat berantas sindikat ini sekaligus nyelametin generasi muda dari jurang kehancuran obat keras ilegal.(red).