JAKARTA, Markaberita.com — Dewan Adat Bamus Betawi, yang dipimpin oleh Ketua Umum H. Muhammad Rifqi atau akrab disapa Bang Eki Pitung, melakukan kunjungan audiensi ke Kantor Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri, di Gedung Blok F, Jakarta.
Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Dirjen Polpum Kemendagri, Prof. (H.C.) Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si, CGRE, yang didampingi oleh Direktur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Wahyu Chandra Kusuma.
Dalam suasana yang hangat, kedua belah pihak membahas langkah strategis untuk memperkuat posisi Dewan Adat Bamus Betawi dalam menjaga nilai-nilai kebetawian. Fokus utama diskusi adalah bagaimana masyarakat adat dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung visi Jakarta sebagai kota global, tanpa harus kehilangan identitas budaya lokalnya.
Bang Eki Pitung mengungkapkan bahwa audiensi ini memberikan perspektif baru, khususnya terkait ruang peran masyarakat adat dalam kerangka Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ).
”Pak Dirjen memberikan pandangan yang sangat berharga. Beliau memahami posisi Betawi dalam lanskap Jakarta ke depan. Perlu diketahui, beliau adalah salah satu tokoh yang ikut memperjuangkan lahirnya UU DKJ,” ujar Bang Eki.
Lebih lanjut, Bang Eki menekankan pesan dari Dirjen Polpum agar masyarakat Betawi tidak sekadar menjadi simbol budaya, melainkan menjadi pilar nilai, adat, dan karakter sosial dalam pembangunan Jakarta. “Pesan beliau jelas, jangan sampai nilai kebetawian hilang di tanah Jakarta,” tegasnya.
Dirjen Polpum mendorong Dewan Adat Bamus Betawi untuk membangun sinergi yang lebih aktif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini bertujuan agar kelembagaan adat dapat terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan, mulai dari forum Musrenbang hingga penyusunan program pelestarian budaya yang lebih substansial.
Bang Eki menilai, arahan ini menjadi kunci agar program kebudayaan Betawi tidak terjebak pada kegiatan seremonial semata. “Kami ingin program budaya masuk ke dalam desain kebijakan yang terukur, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Selain isu kelembagaan, Dewan Adat Bamus Betawi memaparkan gagasan mengenai peran masyarakat Betawi dalam menjaga kewaspadaan dini, wawasan kebangsaan, dan ketahanan sosial berbasis budaya. Program ini dirancang untuk menata potensi para jawara, sanggar seni, padepokan silat, serta komunitas masyarakat agar dapat berperan lebih positif dan terarah bagi kemajuan kota.
Menyambut hal tersebut, Kemendagri melalui Ditjen Polpum berkomitmen untuk memberikan dukungan dan kolaborasi nyata. Dalam waktu dekat, kedua pihak dijadwalkan akan menggelar kegiatan bersama sebagai wujud penguatan komunikasi sosial dan pemberdayaan organisasi masyarakat berbasis kearifan lokal.
Mengakhiri pertemuan, Bang Eki Pitung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dirjen Polpum Akmal Malik dan Direktur Ormas Wahyu Chandra Kusuma.
”Ini adalah pintu pembuka bagi Dewan Adat Bamus Betawi untuk bekerja lebih serius dan tertib. Harapan kami, Betawi tetap hidup, berdaya, dan menjadi kekuatan sosial yang tak terpisahkan dari Jakarta maupun Indonesia,” pungkas Bang Eki.(Red).






