Pemprov Jabar Ambil Sikap Tegas: Perangi Fenomena LGBT hingga Ancam Sanksi Pecat bagi ASN

Hukum, Nasional84 Dilihat

​BANDUNG, Markaberita.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menyatakan sikap tegas untuk memerangi fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) di wilayahnya. Langkah ini diambil guna menjaga nilai-nilai moral serta tatanan sosial masyarakat Sunda yang religius dan beretika.

​Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, kepada awak media usai menghadiri acara Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).

​“Sudah saya sampaikan beberapa kali bahwa kami Pemerintah Provinsi Jabar memerangi yang namanya LGBT di wilayah Jabar,” ujar Erwan dengan tegas.

​Guna memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Pemprov Jabar tidak bekerja sendiri. Erwan menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah terukur sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga  Melawan Perpres Presiden: Ichsanuddin Noorsy Sebut Pejabat Bali dan Kemenhub Rusak Wibawa Negara

​Pengawasan ketat juga dipastikan menyasar internal birokrasi pemerintahan. Erwan memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jawa Barat agar menjauhi perilaku tersebut. Tidak main-main, sanksi berat telah disiapkan bagi ASN yang terbukti melanggar.

Sanksi Administratif: Mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, sanksi maksimal yang dapat dijatuhkan berupa pemberhentian tidak dengan hormat (pemecatan).

​Ranah Hukum: Apabila dalam praktiknya ditemukan unsur tindak pidana, Pemprov Jabar memastikan tidak akan melindungi dan langsung menyerahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum.

​Kebijakan ini diharapkan menjadi pesan moral yang kuat sekaligus pengingat bagi seluruh pegawai pemerintah agar senantiasa menjaga integritas, etika, serta marwah sebagai pelayan publik di bumi Pasundan.(red).

Baca Juga  Menjaga Harmoni Ibu Kota: Tim Kewaspadaan Dini DKI Jakarta Ajak FKDM dan masyarakat untuk meningkatkan dan memperkuat fungsi Deteksi Dini di Tengah Dinamika Sosial