Gubernur Sudah Take Action, Giliran Pemkot Jakpus Buktikan Kepedulian di Lapangan!

Megapolitan164 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Buat kalian yang kelewatan beritanya, akhir-akhir ini kawasan Matraman Dalam sampai Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mendadak chaos gara-gara masalah sepele. Kejadian bermula saat dua pengendara motor menggeber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk, lalu ditegur oleh warga. Alih-alih minta maaf, mereka malah balik membawa squad-nya, melakukan perusakan terhadap gerobak pedagang, dan menganiaya warga hingga memicu bentrokan maut. End result-nya? Tragis banget. Dua orang dilarikan ke rumah sakit dan satu nyawa melayang sia-sia. Huge loss for everyone.

​Barisan Jakarta (BAJA) Foundation langsung speak up dan mengapresiasi langkah cepat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang langsung menyampaikan keprihatinan mendalam serta menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov DKI berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan para tokoh masyarakat demi menjaga situasi tetap kondusif.

Baca Juga  Eks Kasatpol PP DKI Kembali Disorot! Harta Walikota Jakpus Anjlok 63,5% Saat Utang Meroket 212%

​Namun, Ketua Umum BAJA Foundation, R. Lintang Fisutama, menegaskan satu hal penting: warga juga menantikan kehadiran dan peran aktif Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan warga di wilayah kejadian.

​“Kami mengapresiasi respons cepat Pak Gubernur Pramono Anung yang langsung memberikan arahan kepada seluruh jajarannya. Namun di sisi lain, masyarakat juga berharap melihat kepemimpinan Wali Kota Jakarta Pusat hadir di tengah warga yang sedang berduka dan membutuhkan kepastian,” ungkap Lintang. Selasa (28/07/26).

​BAJA Foundation juga memberikan massive respect dan apresiasi tinggi kepada Polres Metro Jakarta Pusat di bawah pimpinan Kombes Pol. Reynold Elisa Partomuan Hutagalung bersama Kodim 0501/Jakarta Pusat di bawah pimpinan Letkol Inf. Harry Ismail yang bergerak cepat mengamankan lokasi, melakukan patroli gabungan, serta mencegah meluasnya konflik (no escalation). Kudos to them!

Baca Juga  BOM WAKTU CSR BUMD: PEMUDA PELOPOR BONGKAR DUGAAN GELAP DANA PT JAKARTA OSES ENERGY (JOE): "JANGAN JADIKAN CSR SEBAGAI BANCAKAN ELITE!"

​Meski pengamanan sudah berjalan, BAJA Foundation menilai langkah tersebut harus segera diikuti dengan pemulihan sosial (social healing) yang melibatkan Pemerintah Kota Jakarta Pusat. Organisasi ini mendorong agar Wali Kota segera memimpin rapat koordinasi bersama camat, lurah, RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta instansi terkait untuk merumuskan langkah pencegahan konflik di lingkungan.

​Selain itu, Pemkot Jakpus diminta untuk memberikan perhatian nyata kepada keluarga korban, mendata warga yang terdampak, membantu pelaku UMKM yang mengalami kerusakan akibat bentrokan, serta memperkuat program pembinaan masyarakat agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik berdarah.

​“Arahan dari Pak Gubernur sudah clear. Sekarang masyarakat menunggu implementasinya di lapangan. Pemerintah Kota Jakarta Pusat harus menjadi garda terdepan dalam membangun kembali rasa aman dan kepercayaan masyarakat,” tegas Lintang.

​Di akhir pernyataannya, BAJA Foundation mengajak seluruh masyarakat untuk tetap chill, tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan informasi atau video gorengan yang belum terverifikasi (cross-check first!), serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.

Baca Juga  FPPJ Sentil Wali Kota Jakpus: Jangan Jadikan Blusukan Cuma Panggung Medsos Saat Warga Kwini 8 Digusur!

​Remember, guys: Keselamatan warga adalah prioritas utama. Tragedi ini harus menjadi evaluasi bersama agar tidak ada lagi konflik sosial yang berujung pada hilangnya nyawa. Yuk, bareng-bareng jaga Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif!. (red).