Gara-Gara Mondar-Mandir, Niat Baik Pria Diduga ODGJ di Kalideres Malah Disangka Kriminal Sama Warga

Daerah, Megapolitan89 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com  — Niat tulus mau beramal kadang malah berujung drama yang di luar nurul, guys. Gara-gara mondar-mandir di sekitar musala, seorang pria yang diduga ODGJ di Kampung Tanah Tinggi, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, malah disangka pelaku kriminal dan berakhir diikat pakai lakban oleh warga setempat pada Kamis (23/7/2026).

​Usut punya usut, kejadian ini bermula saat pengurus musala melihat pria tersebut bolak-balik sampai tiga kali di area musala. Karena takut terjadi hal-hal yang nggak diinginkan, warga dan pengurus akhirnya gercep mengamankan sang pria dengan melakban tangan serta badannya.

​Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, pas dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Tim kepolisian yang lagi patroli rutin langsung meluncur ke TKP begitu dapet laporan dari warga.

​”Di lokasi, petugas menemukan seorang pria sudah diamankan warga dalam kondisi badan dan tangan terikat lakban,” ujar Rihold, Jumat (24/7/2026).

​Tapi, setelah diinterogasi lebih lanjut, ternyata zonk alias murni salah paham! Pria tersebut sama sekali nggak punya niat jahat.

​”Ia justru bermaksud bersedekah dengan meninggalkan sebuah bungkusan berisi baju kaos dan satu unit telepon seluler yang sudah tidak berfungsi di musala,” tambah Kompol Rihold.

​Sayangnya, sebelum bungkusan itu sempat ditaruh, warga kadung curiga duluan sama gerak-geriknya.

Baca Juga  Wakil Jaksa Agung Dr. Sunarta: “Reformasi Birokrasi Merupakan Kewajiban Insan Adhyaksa Sebagai Aktualisasi Tugas dan Fungsi yang Melekat”

​Selain bungkusan baju dan HP jadul, polisi juga mengamankan sejumlah barang pribadi milik pria tersebut, antara lain:

Satu unit sepeda motor Honda Revo (Nomor Polisi: B-4946-BDH) lengkap dengan kuncinya beserta ​Dokumen pribadi berupa KTP, SIM C, dan STNK juga ​Sebuah dompet berwarna hitam.

​Saat ini, pria tersebut sudah diserahkan ke Unit Riksa Tim 1 Polsek Kalideres buat didata lebih lanjut. Pihak kepolisian juga bakal koordinasi langsung sama pihak keluarga dan dinas sosial supaya beliau dapet penanganan dan treatment yang paling pas ke depannya.(red).