FPPJ Apresiasi Program GEBER Pasar Jaya, Dorong Budaya Kelola Sampah Berkelanjutan di Jakarta

​JAKARTA, Markaberita.com – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) memberikan apresiasi tinggi kepada Perumda Pasar Jaya atas peluncuran Gerakan Bersama Bersih Pasar (GEBER). Inisiatif ini dinilai sebagai langkah konkret dan progresif dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis sumber guna mewujudkan pasar rakyat yang bersih, sehat, nyaman, serta ramah lingkungan di ibu kota.

​Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, dalam keterangan tertulisnya pada senin (13/07/26) menegaskan bahwa penanganan sampah di Jakarta tidak lagi cukup jika hanya mengandalkan pendekatan hilir atau pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Menurutnya, perubahan perilaku melalui pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan strategi yang jauh lebih berkelanjutan. Ia menyebut komitmen Perumda Pasar Jaya telah membuktikan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu dengan melibatkan ekosistem pasar secara menyeluruh, mulai dari pengelola, pedagang, hingga masyarakat pengunjung.

Baca Juga  Proyek Puskesmas Cipedak Mangkrak, CBA dan LPMAK Desak Kejati DKI Periksa Kadis Kesehatan

​FPPJ menyoroti bahwa pasar tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi dengan volume produksi sampah yang signifikan setiap harinya. Oleh karena itu, penerapan fasilitas pemilahan sampah, pembentukan Satuan Tugas (Satgas), serta edukasi intensif kepada pedagang merupakan kebijakan strategis yang layak didukung. Langkah ini diyakini tidak hanya mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPA, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kualitas lingkungan di dalam pasar. Selain itu, FPPJ menilai program GEBER sangat selaras dengan visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan transformasi tata kelola persampahan di ibu kota.

​Meski memberikan dukungan penuh, FPPJ mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program tidak boleh berhenti pada seremoni peluncuran atau penyediaan sarana fisik semata. FPPJ menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan di lapangan, pengawasan dan evaluasi secara berkala, serta keterlibatan aktif para pedagang dan masyarakat agar pemilahan sampah benar-benar menjadi kebiasaan atau budaya baru.

Baca Juga  Haul Ulama & Habaib Betawi 2026 di Monas, Habib Salim Shalahuddin bin Jindan: Momentum Perjuangan, Bukan Sekadar Seremonial

​Lebih jauh, FPPJ mendorong agar model kesuksesan GEBER dapat segera direplikasi ke berbagai fasilitas publik lainnya, seperti terminal, kawasan UMKM, pusat kuliner, hingga lingkungan permukiman. Menurut FPPJ, kolaborasi sinergis antara pemerintah daerah, BUMD, komunitas, dan warga adalah kunci utama untuk mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

​Sebagai informasi, peluncuran GEBER yang dipusatkan di Pasar Induk Kramat Jati ini telah dilengkapi dengan penyediaan tempat sampah terpilah, pembentukan Satgas GEBER, serta pengembangan proyek percontohan pengelolaan sampah mandiri. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efektif di lingkungan pasar.(red).