*PURWAKARTA, Markaberita.com* – Cekcok terjadi antara sesama marketing `MyRepublic` di Purwakarta. Peristiwa tersebut diduga dipicu kesalahpahaman terkait dugaan pengambilan customer secara sepihak.
Kejadian bermula saat `Ibu Leny` yang juga berprofesi sebagai marketing, menduga bahwa customer miliknya diambil oleh `Dian`, sesama marketing MyRepublic.
Merasa keberatan, Leny kemudian menegur Dian dengan nada tinggi. Leny bersama `Alek, suaminya, pun menggunakan bahasa yang dinilai kurang pantas dan cenderung kasar saat berbicara dengan Dian.
Upaya mediasi antara kedua belah pihak tidak menemukan titik temu. Salah satu pihak disebut masih terbawa emosi saat pertemuan berlangsung.
Hal tersebut disampaikan oleh `Dadang Agus` selaku atasan Dian di lokasi.
Menanggapi hal tersebut, `Dian` menegaskan dirinya merasa tidak nyaman atas perkataan kasar dan adanya ucapan yang menyinggung unsur SARA.
Dian juga menyebut, melalui pesan singkat Leny sempat meminta agar dirinya dikeluarkan dari perusahaan `MyRepublic`.
“Negara kita negara hukum. Seharusnya sebagai marketing kami juga memakai bahasa yang etis, baik, dan benar. Begitu juga sebaliknya, mari kita selesaikan dengan kepala dingin,” tegas Dian.
Dian menyayangkan terjadinya adu mulut tersebut. Karena tidak ada titik temu, ia mengaku akan menempuh jalur hukum dan berencana membuat laporan atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan. Ia juga mengku telah Mengalami Pemecatan kerja secara sepihak.
Ia mengaku telah mengantongi sejumlah bukti berupa `tangkapan layar percakapan chat` untuk memperkuat laporannya.
Dian berharap ke depan tidak ada lagi komunikasi yang memicu konflik dan semua pihak bisa duduk bersama untuk mencari solusi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak `MyRepublic` belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian.
`Markaberita.com` membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan.
_Reporter: Saepul Bahri_





