BEM SI Dukung Polri Usut Korupsi, Desak Aktor Utama Tanpa Pandang Bulu

Hukum, Nasional68 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com– Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memberikan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya dalam mengusut tuntas berbagai kasus korupsi yang tengah menyita perhatian publik. Mahasiswa menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan objektif tanpa intervensi pihak mana pun.

​Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa penggeledahan dan rangkaian penyidikan yang sedang berlangsung adalah bagian krusial dari penegakan hukum yang patut dihormati. Ia mendorong aparat kepolisian untuk bekerja secara profesional guna mengungkap kasus ini hingga ke akarnya.

​Muzammil menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh hanya menyasar pelaku lapangan. Pihaknya menuntut kepolisian berani membongkar hingga ke aktor utama maupun pihak-pihak yang menikmati aliran dana haram hasil tindak pidana korupsi.

​“Kami mengapresiasi langkah Polri. Pemberantasan korupsi harus serius dan tanpa pandang bulu. Masyarakat berharap proses ini tidak berhenti di tengah jalan. Penegakan hukum harus berani menyentuh siapa pun, terlepas dari jabatan, kekuasaan, maupun afiliasi tertentu. Di situlah integritas penegakan hukum dipertaruhkan,” ujar Muzammil melalui keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2026).

​Menanggapi isu pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang sempat menjadi sorotan, BEM SI mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik. Meski pengamanan merupakan hak institusi, Muzammil menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak boleh menimbulkan persepsi yang menghambat proses penyidikan.

Baca Juga  Nasabah Digoyang Tagihan Fiktif Rp150 Juta, CBA Sorot Tata Kelola Bank Mandiri yang Dinilai Bobrok!

​BEM SI mengajak seluruh institusi negara untuk menjaga prinsip supremasi sipil dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai intervensi.

​“Kami menghormati tugas setiap institusi negara. Namun, penting bagi seluruh pihak untuk tidak melakukan tindakan yang mencederai independensi aparat penegak hukum. Biarkan Polri bekerja sesuai kewenangannya secara transparan dan akuntabel,” tegasnya.

​Muzammil menambahkan bahwa BEM SI akan terus mengawal kasus ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Baginya, momentum pengungkapan korupsi ini adalah ujian nyata komitmen negara dalam agenda pemberantasan korupsi yang menjadi tuntutan masyarakat luas.

​“Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merampas hak rakyat. Kami menuntut agar tidak ada tebang pilih dan tidak ada perlakuan istimewa di hadapan hukum. Kami akan terus mengawal perkembangan ini demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” tutupnya.(red).

Baca Juga  PNBP Kejaksaan RI Melalui Badan Pemulihan Aset