Ucapan “Ndasmu” di Hadapan Petani dan Nelayan Berujung Polemik, Wartawan Disebut Diminta Hapus Rekaman

Nasional58 Dilihat

JAKARTA – MARKABERITA.COM

Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik setelah melontarkan istilah “ndasmu” saat menyampaikan pidato di hadapan petani dan nelayan dalam sebuah agenda nasional (24/6/2026).

Ucapan tersebut muncul ketika Prabowo berbicara mengenai berbagai kritik dan pandangan yang berkembang terkait kebijakan pemerintah. Potongan pidato itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu beragam respons dari masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya fokus pada persoalan yang menurutnya lebih mendesak bagi masyarakat, seperti kesejahteraan petani, nelayan, ketahanan pangan, serta upaya meningkatkan taraf hidup rakyat.

Kata “ndasmu” sendiri sebelumnya pernah menjadi sorotan publik ketika diucapkan Prabowo dalam beberapa kesempatan berbeda. Karena itu, kemunculannya kembali dalam pidato terbaru langsung menarik perhatian dan memunculkan berbagai interpretasi di ruang publik.

Baca Juga  IMG Resmi Menjadi Media Center, Ajang Indonesia Mencari Bakat Ragam Difabel

Sejumlah pihak menilai ungkapan tersebut merupakan gaya komunikasi spontan yang kerap digunakan Prabowo saat berbicara di depan masyarakat. Namun ada pula yang menganggap penggunaan istilah tersebut kurang tepat jika disampaikan dalam forum resmi kenegaraan.

Meski demikian, substansi pidato Prabowo lebih banyak menyoroti pentingnya menjaga sektor pertanian dan perikanan sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui berbagai program yang sedang berjalan.

Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak dalam polemik yang berkepanjangan dan lebih fokus pada penyelesaian persoalan riil yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan luas di berbagai platform digital. Potongan video pidato yang menampilkan momen tersebut juga tersebar dan mendapat tanggapan beragam dari warganet.

Baca Juga  TNI Konfirmasi Insiden Bendera Robek Saat Gladi HUT ke-80: Akibat Angin Kencang dan Dijadikan Bahan Evaluasi

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak Istana terkait ramainya pembahasan mengenai ucapan tersebut. Namun perhatian publik terhadap gaya komunikasi Presiden kembali menunjukkan bahwa setiap pernyataan kepala negara memiliki dampak besar dalam ruang diskusi publik.

Terlepas dari polemik yang muncul, pidato tersebut menegaskan fokus pemerintah terhadap isu pangan, pertanian, dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.

(Red)