JAKARTA, Markaberita.com – Musyawarah Besar (Mubes) The Jakmania 2026 kini menjadi sorotan tajam. Di tengah harapan organisasi untuk bertransformasi menjadi entitas yang lebih profesional, modern, dan inklusif, muncul kekhawatiran dari akar rumput terkait regulasi pemilihan ketua umum yang dianggap masih menggunakan cara-cara lama yang eksklusif.
Yogi, perwakilan suporter Persija dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, secara tegas menyoroti persyaratan calon ketua umum yang kerap dijadikan instrumen untuk membatasi kandidat. Menurutnya, aturan terkait masa kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang terlalu lama serta batasan usia yang kaku tidak lagi relevan dengan semangat modernisasi organisasi.
”Kami mendambakan pembaharuan nyata. Kepada panitia Mubes, kami meminta agar aturan main pemilihan dibuka selebar-lebarnya. KTA dan batasan usia jangan sampai dijadikan alat jegal bagi putra-putri terbaik Jakmania yang ingin mengabdi. Jangan ada lagi batasan diskriminatif yang menutup pintu bagi figur-figur potensial,” tegas Yogi, Jumat (26/06/26).
Yogi menekankan bahwa panitia Mubes harus berperan sebagai fasilitator yang proaktif. Panitia wajib mempermudah proses administrasi dan persyaratan bagi setiap anggota yang memiliki visi, kompetensi, dan skill manajerial yang mumpuni.
”Jangan tutup pintu bagi figur profesional hanya karena mereka bukan bagian dari pengurus lama. Mubes harus menjadi ruang adu gagasan yang sehat, bukan ajang seremonial elit yang terkunci oleh regulasi internal yang usang. Panitia harus memfasilitasi prasyarat yang inklusif, bukan malah mempersulit dengan aturan yang menghambat,” tandasnya.
Sinergi Pemerintah: Harapan Baru bagi Persija
Pesan akan pentingnya keterbukaan ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat pelantikan Pengurus KONI DKI Jakarta di Balai Kota, Jumat (26/6/2026). Pramono menekankan perlunya sinergi dan profesionalisme dalam tubuh suporter terbesar di Indonesia ini.
Dalam suasana yang cair, Gubernur sempat berkelakar kepada Staf Khusus Bidang Pemuda dan Olahraga, Dicky, terkait performa Persija. “Tetapi saya kalau lihat Dicky, langsung mood saya hilang karena enggak juara-juara Pak Persija-nya,” ucapnya disambut tawa undangan.
Namun, Pramono menaruh harapan besar pada kehadiran Shin Tae-yong (STY) di Persija sebagai pemberi optimisme baru. “Begitu sekarang sudah mendatangkan Shin Tae-yong, ada hiburan sedikit. Karena 2027 nanti Jakarta 500 tahun, 2028 Persija 100 tahun. Jadi kadonya lebih awal lah, Dik,” ujarnya.
Gubernur berharap Jakmania dapat bertransformasi menjadi penggerak ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, serta mitra strategis pemerintah dalam menjaga solidaritas sosial, bukan sekadar organisasi yang dikenal di tribun.
Agenda Transformasi Masa Depan
Guna mewujudkan organisasi yang lebih tangguh, para suporter mendorong kandidat ketua umum terpilih untuk fokus pada agenda besar, yaitu:
Keterbukaan Figur & Regulasi: Menghapus batasan administrasi (KTA/Usia) yang menghambat talenta manajerial untuk masuk.
Keamanan & Mitigasi Konflik: Menjaga militansi dengan prosedur yang humanis.
Kesejahteraan Anggota: Transformasi KTA menjadi akses benefit nyata (diskon UMKM, asuransi, dan bantuan hukum).
Transparansi & Akuntabilitas: Audit internal dan pengelolaan kas yang terbuka.
Konsolidasi Wilayah: Pengakuan setara bagi basis suporter di Bodetabek hingga luar pulau.
Ekosistem Kaderisasi: Merangkul anak muda, perempuan, konten kreator, hingga mahasiswa.
”Panitia harus benar-benar demokratis dan menjaga independensi. Kami berharap Mubes kali ini mendengar aspirasi wilayah dan tidak sekadar mengikuti skenario lama. Kita ingin Mubes yang membawa Jakmania ke level yang lebih profesional,” tutup Yogi.(Red).
#Jakmania #MubesJakmania2026 #PersijaJakarta #TransformasiJakmania #JakmaniaProfesional #DemokrasiJakmania #GuePersija #Markaberita






