Jangan Batasi Mubes Jakmania dengan Syarat Kaku, Saatnya Inovasi Luar Masuk!

​JAKARTA, Markaberita.com – Musyawarah Besar (Mubes) The Jakmania 2026 harus menjadi momentum pembenahan diri. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, organisasi suporter terbesar ini didorong untuk tidak lagi eksklusif, melainkan mulai membuka pintu lebar-lebar bagi figur-figur potensial—bahkan dari luar struktur—yang memiliki visi dan kapabilitas untuk membawa Jakmania ke level yang lebih profesional.

​Mahesa P.N, perwakilan suporter Persija asal Depok, menegaskan bahwa pola rekrutmen pemimpin yang terlalu kaku atau terbatas pada lingkaran internal lama berisiko membuat organisasi jalan di tempat. Menurutnya, Mubes 2026 adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi kritis.

​”Kita tidak boleh menutup mata. Jika kita ingin The Jakmania lebih besar dan lebih profesional, kita harus berani membuka diri. Jangan sampai syarat-syarat administratif justru menjadi penghalang bagi kader-kader terbaik atau figur luar yang sebenarnya punya kapasitas besar untuk membangun organisasi,” ujar Mahesa saat menanggapi persiapan Mubes 2026, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga  Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi : Popda ke-12 Diikuti 1581 Peserta Atlet dan Official

​Mahesa menambahkan, loyalitas memang menjadi fondasi utama, namun profesionalisme dalam manajemen organisasi harus menjadi prioritas jika ingin Jakmania benar-benar selaras dengan target Persija sebagai klub kelas dunia.

​”Jakmania adalah rumah besar. Membuka peluang bagi orang-orang dengan skill manajerial, jaringan yang luas, dan pemikiran progresif—meskipun tidak harus berasal dari ‘lingkaran dalam’—adalah langkah maju. Kita butuh pemimpin yang bisa membawa Jakmania lebih dari sekadar suporter, tetapi sebagai organisasi yang punya tata kelola modern,” tegasnya.

​Ia berharap Mubes 2026 tidak hanya menjadi seremonial pergantian ketua, tetapi menjadi ruang adu gagasan yang sehat. “Jangan sampai Mubes ini hanya jadi ajang ‘titipan’. Kita ingin lihat visi yang konkret bagaimana membawa Jakmania lebih inklusif. Biarkan anggota yang menilai, siapa pun yang mampu membawa perubahan, harus diberi ruang, tanpa harus terjebak pada syarat-syarat yang mengeksklusivitas diri,” tambah Mahesa.

Baca Juga  FPPJ: Pernyataan Khoirudin, "Ngolah Tingkat Tinggi," Biarkan Gubernur Bekerja Untuk Warga Jakarta

​Antisipasi Mubes: Netralitas dan Ruang Aspirasi

​Sementara itu, pihak panitia Mubes 2026 melalui Ketua Steering Committee (SC) Nurpatria Heriyanto telah menjamin netralitas dan transparansi aturan. Namun, Mahesa mengingatkan agar panitia tetap responsif terhadap dinamika di lapangan.

​”Panitia harus benar-benar menjaga independensi. Jangan sampai aturan yang dibuat justru membatasi kreativitas dan mematikan potensi figur baru yang ingin berkontribusi. Kami di Depok berharap Mubes kali ini benar-benar demokratis, di mana setiap aspirasi dari wilayah didengar, bukan hanya mengikuti skenario elit organisasi,” pungkas Mahesa.

​Harapan suporter seperti Mahesa ini menjadi alarm bagi para kandidat untuk lebih terbuka dan tidak hanya mengandalkan dukungan basis massa, tetapi juga menawarkan program kerja nyata yang dapat mengangkat martabat The Jakmania di mata publik dan manajemen klub.(Red).

Baca Juga  Langkah Nyata Jakarta Wujudkan Kesetaraan Kerja: ​Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Gelar Job Fair & Upskilling Disabilitas 2025, Buka 100 Lowongan dan Perkuat Kompetensi

​#MubesJakmania2026 #TheJakmania #PersijaJakarta #TransformasiJakmania #GerakanKota #JakmaniaDepok #DemokrasiJakmania #PersijaSelamanya