Etika Komunikasi Pejabat: FPPJ Ingatkan Wakil Gubernur DKI Pentingnya Gestur yang Merakyat

Megapolitan408 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyampaikan catatan kritis terkait pola komunikasi nonverbal Wakil Gubernur DKI Jakarta yang menjadi sorotan publik dalam beberapa agenda kedinasan. FPPJ menilai bahwa bagi seorang pejabat publik, gestur dan sikap di ruang terbuka adalah bagian integral dari integritas kepemimpinan yang melayani.

​Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, menegaskan bahwa masukan ini disampaikan dalam koridor konstruktif. Hal ini dilakukan demi menjaga martabat institusi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tetap mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat.

​”Pemimpin adalah simbol pelayanan. Setiap bahasa tubuh dan ekspresi di ruang publik memiliki pesan tersendiri bagi warga. Munculnya persepsi publik mengenai sikap yang terkesan kurang responsif atau minim empati harus segera dijadikan bahan evaluasi bersama,” ujar Endriansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (03/06/26).

Baca Juga  BAJA Dukung Transjakarta Kelola Angkutan Perairan Kepulauan Seribu, Tegaskan Pentingnya Tenaga Kerja Lokal dan Kelayakan Dermaga

​Lebih lanjut, FPPJ menyoroti pergeseran ekspektasi masyarakat Jakarta. Di era keterbukaan informasi saat ini, warga tidak lagi hanya menilai kinerja administratif di balik meja, tetapi juga menuntut adanya kedekatan emosional dan keterbukaan sikap dari para pemangku kebijakan.

​Endriansyah menambahkan bahwa menjaga marwah jabatan Wakil Gubernur bukan hanya tugas individu yang bersangkutan, melainkan komitmen kolektif. Kritik ini, menurutnya, adalah wujud kepedulian masyarakat sipil agar kualitas pelayanan publik tidak tereduksi oleh persepsi negatif akibat komunikasi nonverbal yang kurang tepat.

​”Tujuan kami adalah menjaga marwah institusi. Karena rasa hormat terhadap jabatan itulah, kami berharap pejabat publik lebih memperhatikan komunikasi nonverbal agar tercipta kesan kepemimpinan yang lebih humanis, responsif, dan merangkul seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Duit Anggaran Hangus, Matsani Diminta Pertanggungjawaban atas Sengkarut Rekrutmen FKDM

​Dalam pernyataan tersebut, FPPJ juga mengimbau seluruh elemen warga untuk tetap objektif dan tidak terjerumus pada polemik personal. Organisasi ini menekankan bahwa energi publik harus difokuskan pada pengawalan penyelesaian isu-isu strategis Jakarta, di antaranya:

​Akselerasi penanganan kemacetan dan banjir; Penyediaan lapangan kerja yang lebih luas; serta Peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

​Menutup keterangannya, FPPJ berharap kritik ini menjadi momentum introspeksi bagi seluruh pejabat daerah untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan konstituennya.

​”Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi mampu memberikan kehadiran emosional dan sosial yang nyata. Ini adalah bentuk kecintaan kami agar kepemimpinan daerah di Jakarta semakin dekat dan dirasakan kehadirannya oleh rakyat,” pungkas Endriansyah.

Baca Juga  PHI Wanti-Wanti Disdik: Pengadaan Alat Tulis SD Non-TKDN Berujung Temuan Audit

​Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) berkomitmen untuk terus menjalankan perannya sebagai mitra kritis pemerintah, dengan terus memberikan masukan yang konstruktif demi kemaslahatan masyarakat Jakarta. (Red)