Rupiah Melemah ke Level Rp17.508 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi Sorotan

Ekonomi, Nasional152 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026). Berdasarkan data pasar global per pukul 02.19 UTC, mata uang Garuda berada di posisi Rp17.508,00 per 1 Dolar AS.

​Angka ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan indeks Dolar AS yang didorong oleh kebijakan moneter ketat di Negeri Paman Sam serta sentimen risiko investor yang cenderung beralih ke aset aman (safe haven).

​Beberapa pengamat ekonomi menilai bahwa angka Rp17.500 menjadi titik psikologis baru yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar. Tekanan ini tidak hanya dipicu oleh faktor eksternal seperti data inflasi AS, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika kebutuhan valuta asing di dalam negeri untuk pembayaran utang luar negeri serta impor komoditas.

Baca Juga  Waspada Terhadap Penipuan Berkedok Konfirmasi Pesanan dari Jasa Ekspedisi

​Kenaikan nilai tukar ini diprediksi akan berdampak langsung pada biaya produksi industri yang bergantung pada bahan baku impor. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan dapat melakukan langkah-langkah stabilisasi melalui intervensi pasar guna menjaga agar nilai tukar tetap berada dalam koridor yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

​Hingga berita ini diturunkan, pergerakan nilai tukar masih terpantau fluktuatif mengikuti dinamika pasar keuangan global yang terus berkembang.(MB).