Presiden Prabowo Alokasikan Rp100 Miliar untuk Pengadaan 1.098 Sapi Kurban Nasional

Nasional298 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Istana Kepresidenan memastikan alokasi anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2026. Seluruh dana tersebut bersumber dari pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

​Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menjelaskan bahwa total anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan 1.098 ekor sapi yang akan disalurkan ke berbagai penjuru tanah air.

​Penyaluran hewan kurban tersebut dibagi ke dalam dua kategori utama:

  • ​598 ekor: Didistribusikan ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.
  • ​500 ekor: Disalurkan kepada lembaga pendidikan serta tokoh masyarakat.

​Juri menegaskan bahwa penentuan harga sapi dilakukan secara transparan dan menyesuaikan kondisi di lapangan. “Harga sapi bervariasi karena dipengaruhi oleh bobot hewan serta lokasi distribusi. Kami menyesuaikan harga pasar di setiap daerah agar pengadaan berjalan efektif,” ujar Juri di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga  Kadisbudpora Kab Bekasi ke Solo memberikan suport dan dukungan untuk Para Atlit

​Dalam proses pengadaannya, pemerintah melibatkan sinergi lintas sektoral, mulai dari Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Seluruh hewan kurban dipastikan telah melalui verifikasi ketat guna memenuhi syarat kesehatan dan kualifikasi kurban.

​Lebih dari sekadar program bantuan, Presiden Prabowo menekankan bahwa momentum kurban ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan nasional. Seluruh sapi yang dibeli merupakan hasil produksi peternak lokal.

​”Presiden berharap ini menjadi momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri. Tujuannya agar kita mampu memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi, secara lebih optimal dari dalam negeri sendiri,” tambah Juri.

Baca Juga  Editorial: Di Balik Bayang-Bayang "Botok Pati", Ketika Isu Kebijakan Ditukar Pembunuhan Karakter

​Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi stimulus bagi para peternak lokal dalam meningkatkan kualitas produk dan daya saing peternakan nasional ke depannya.(Red).