Perkuat Sinergi Budaya, Poros Pemuda Minang Usul Perubahan Nama Halte Matraman Menjadi Halte Balairung

Megapolitan85 Dilihat

JAKARTA, Markaberita.com – Poros Pemuda Minang secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat perantau. Sebagai bentuk tindak lanjut dari semangat kolaborasi antar-wilayah, organisasi ini mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar mengubah nama Halte Transjakarta Matraman menjadi Halte Balairung.

​Inisiatif ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menegaskan eksistensi dan identitas budaya Minangkabau di ruang publik Ibu Kota.

​Ketua Umum Poros Pemuda Minang, Ridal Walidaen, menegaskan bahwa dukungan terhadap Vasko Ruseimy merupakan cerminan komitmen generasi muda dalam menjaga marwah Minangkabau di kancah nasional. Ia berharap, usulan perubahan nama halte ini mendapatkan respons positif dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai simbol kedekatan emosional antara kedua provinsi.

Baca Juga  CBA Soroti "Duka Ganda" Transjakarta: Korban Nyawa di Jalanan, Laba Terus Amblas

​”Kami berdiri bersama Uda Vasko Ruseimy untuk membawa marwah Minangkabau lebih erat di kancah nasional. Melalui semangat kolaborasi, kami mengetuk hati Pemprov DKI Jakarta, khususnya Bapak Wagub Rano Karno, untuk mengabadikan identitas kultural ini lewat perubahan nama halte,” ujar Ridal dalam keterangannya di Jakarta pada hari senin (25/05/26).

​Menurut Ridal, pemilihan lokasi di kawasan Matraman sangatlah relevan. Keberadaan Hotel Balairung—yang merupakan aset strategis milik Pemprov Sumbar—telah lama menjadi pusat interaksi, episentrum kegiatan sosial-budaya, sekaligus rumah bagi warga perantau Minang di Jakarta.

​Lebih lanjut, Ridal menjelaskan bahwa hubungan kerja sama Government-to-Government (G-to-G) antara Pemprov Sumbar dan Pemprov DKI Jakarta telah terjalin sangat erat, terutama dalam sektor ketahanan pangan dan pertukaran seni budaya.

Baca Juga  Abang Center: Kunjungan Gubernur Pramono ke KPK Jangan Jadi Panggung "Gimmick" Politik

​”Kerja sama pemenuhan pangan harian warga Ibu Kota dan kolaborasi budaya telah membuktikan bahwa kedua provinsi saling melengkapi. Kehadiran Halte Balairung nantinya tidak sekadar berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi ‘monumen hidup’ atas harmoni yang terjalin antara Jakarta dan Sumatera Barat,” tambahnya.

​Poros Pemuda Minang optimistis bahwa melalui komunikasi yang intens antara Wagub Sumbar Vasko Ruseimy dan Wagub DKI Rano Karno, aspirasi ini dapat terealisasi. Langkah ini dinilai akan memperkaya narasi keberagaman dan pluralisme di Jakarta, sekaligus memperkenalkan identitas kultural Minangkabau kepada masyarakat luas secara lebih elegan dan inklusif.(Red).