Dugaan Ketidakadilan Seleksi Petugas Haji 2026: Chiki Fawzi Terdepak, Putra Menteri Diduga Melenggang Tanpa Nama di SK

Nasional629 Dilihat

MarkaBerita.com, ​JAKARTA – Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti adanya kontras tajam dan dugaan praktik nepotisme dalam proses seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1447 H/2026 M. Hal ini mencuat pasca insiden pencopotan mendadak aktivis sekaligus penyanyi, Chiki Fawzi, di tengah masa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).

​Uchok menilai terdapat perlakuan berbeda yang sangat mencolok antara Chiki Fawzi dengan Barbarossa Muhammad Farros, yang diketahui merupakan putra dari Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusup (Gus Irfan).

​”Nasib Chiki Fawzi tidak seberuntung Barbarossa Muhammad Farros. Chiki, yang hanya anak seorang artis tanpa akses ke lingkaran kekuasaan, harus menerima kenyataan pahit dicopot secara mendadak saat sedang mengikuti Diklat di Asrama Haji Pondok Gede,” ujar Uchok Sky, pada Jum’at (1/5).

​Berdasarkan temuan CBA, baik Chiki Fawzi maupun Barbarossa Muhammad Farros semula sama-sama memegang kartu identitas (ID Card) resmi dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai peserta Diklat PPIH Arab Saudi 1447 H. Namun, terdapat kejanggalan dalam Surat Keputusan (SK) resmi yang diterbitkan:

  • ​Absensi Nama: Nama Barbarossa Muhammad Farros tidak tercantum dalam Lampiran IV Surat Keputusan Menteri Haji dan Umrah No. 45 Tahun 2026 tentang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi.
  • ​Dugaan Jalur Belakang: Meski namanya tidak ada di SK, muncul dugaan kuat bahwa Barbarossa tetap melaju dalam proses tersebut secara tertutup.
Baca Juga  Presiden Prabowo Subianto Umumkan Susunan Kabinet Merah-Putih, di Istana Negara, Jakarta

​Uchok Sky Khadafi menegaskan bahwa jika benar Barbarossa tetap berangkat sebagai petugas tanpa melalui prosedur transparansi yang sah, maka integritas Kementerian Haji dan Umrah di bawah kepemimpinan Gus Irfan patut dipertanyakan.

Pencopotan Chiki Fawzi di satu sisi dan “menghilangnya” kabar Barbarossa (yang diduga didampingi istrinya, Nadya Ainiyah Putri Pembudi) di sisi lain, mengindikasikan proses seleksi yang tidak akuntabel.

Uchok menyebut fenomena ini sebagai bentuk “Rekrutmen Politik Petugas Haji” yang tidak sehat.

​”Ini namanya rekrutmen politik petugas haji yang sadis. Chiki Fawzi dibuang begitu saja, sementara putra menteri diduga diam-diam tetap menjadi petugas meskipun namanya tidak tercantum dalam SK. Ini adalah potret buruk transparansi birokrasi kita,” tutup Uchok Sky.(MB/Red).