CBA: Ganti Dirut Telkom Sebelum Perusahaan Negara Terpuruk

Bisnis, Nasional203 Dilihat

JAKARTA, Markaberita.com – Center For Budget Analysis (CBA) melayangkan kritik keras terhadap merosotnya performa finansial PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Pasca setahun kepemimpinan Dian Siswarini yang ditetapkan melalui RUPST 27 Mei 2025 lalu, kondisi keuangan raksasa telekomunikasi pelat merah ini justru menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan.

​Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menegaskan bahwa PT Telkom seolah dirundung kesialan sejak berada di bawah kendali manajemen saat ini. Ia menyoroti tajam kegagalan perusahaan dalam menjaga stabilitas pendapatan dan laba yang menjadi urat nadi perusahaan.

​”Pendapatan dan laba Telkom di tahun 2025 ini turun drastis. Dampaknya sangat terasa pada cadangan kas dan deposito yang menyusut seperti air mengalir deras menuju musim kering,” ujar Uchok dalam keterangan resminya kepada redaksi, Senin (11/5/2026).

​Berdasarkan data yang dianalisis CBA, pendapatan perusahaan pada tahun 2025 hanya mampu menyentuh angka Rp109,6 triliun. Padahal, pada tahun 2024, Telkom masih sanggup meraup pendapatan sebesar Rp112,2 triliun. Artinya, terjadi penguapan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun dalam kurun waktu satu tahun.

Baca Juga  Ribuan Masyarakat Desa Purun Mengikuti Upacara Bendara Dalam Peringatan HUT RI ke-79

​Setali tiga uang dengan pendapatan, laba bersih Telkom pun ikut terjerembab. Dari angka Rp23 triliun pada 2024, kini hanya tersisa Rp20,9 triliun pada 2025—sebuah penurunan performa sebesar Rp2,1 triliun.

​Kekhawatiran CBA kian memuncak saat melihat instrumen likuiditas perusahaan di perbankan yang ikut tergerus:

​Kas Bank: Hilang sebesar Rp721 miliar (dari Rp23,3 triliun menjadi Rp22,6 triliun).

Deposito: Anjlok sebesar Rp2,3 triliun (dari Rp33,9 triliun menjadi Rp31,5 triliun).

​”Saat ini bukan hanya laba yang hilang, tapi anggaran setara kas dan deposito juga tergerus. Ini menandakan tiang fundamen perusahaan mulai goyang,” tegas Uchok dengan nada kritis.

​Atas dasar rapor merah tersebut, CBA secara resmi meminta Pemerintah untuk segera melakukan langkah penyelamatan dengan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna mengganti Direktur Utama.

Baca Juga  Viral Isu Pajak Lari Pagi, DJP Angkat Bicara: Bukan Olahraganya, Ini yang Kena PPN!

​”Kinerja keuangan yang loyo ini membuktikan bahwa Dian Siswarini tidak memiliki kompetensi dalam mendulang pendapatan di tengah kompetisi industri. Jika terus dipertahankan, Telkom bukan tidak mungkin akan terperosok ke jurang kerugian,” lanjutnya.

​Menutup pernyataannya, Uchok menekankan bahwa hilangnya duit negara dari berbagai sektor di Telkom adalah bukti ketidakmampuan manajemen. “Pemerintah harus segera mencari pemimpin yang lebih mumpuni dan amanah sebelum aset negara ini benar-benar hancur,” pungkasnya.(MB).