SUARAKECOT.COM, JAKARTA PUSAT – Insiden mengerikan yang menimpa seorang sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Tanah Abang pada Sabtu (25/4) menjadi sorotan tajam aktivis mahasiswa. Tragedi pembakaran rekan seprofesi ini dinilai sebagai potret kelam semrawutnya manajemen transportasi di ibu kota yang luput dari pengawasan serius.
Aksi brutal ini dipicu oleh perselisihan antrean penumpang di Jalan KH Mas Mansyur sekitar pukul 09.00 WIB. Pelaku berinisial P (38) diduga tersinggung setelah ditegur oleh korban, S (52), karena menyerobot antrean “ngetem”.
Tanpa nurani, pelaku menyiramkan bensin ke tubuh korban yang tengah berada di balik kemudi angkot biru muda bernomor polisi B 1255 XA, lalu menyulutnya dengan api. Akibatnya, korban menderita luka bakar serius di punggung dan tangan, sementara armada angkotnya kini hanya menyisakan kerangka besi yang hangus di samping Kantor Kecamatan Tanah Abang.
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Umum Mahasiswa Muda Transparansi, Abid Zahid Fadillah, angkat bicara. Ia menilai kejadian ini adalah bukti nyata gagalnya penataan ekosistem transportasi yang humanis dan aman di lapangan.
Abid secara khusus memberikan pesan menohok kepada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Safrin Liputo, yang santer dikabarkan akan mengemban tugas baru sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.
”Kami meminta Pak Safrin Liputo tidak meninggalkan ‘rapor merah’ di perhubungan sebelum menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan. Tragedi di Tanah Abang ini adalah tamparan keras. Masalah gesekan antar-sopir, penyerobotan antrean, dan keamanan di titik-titik ‘ngetem’ adalah PR besar yang harus diselesaikan sekarang juga,” tegas Abid Zahid Fadillah dalam keteranga tertulisnya pada minggu (26/4).
Mahasiswa Muda Transparansi
Dalam keterangannya, Abid menekankan tiga poin utama yang harus segera dieksekusi oleh Dishub DKI untuk Memperketat pengawasan di titik rawan konflik antar-angkot guna mencegah tindakan kriminal serupa.
Memastikan seluruh operator angkot memberikan pembinaan etika dan regulasi yang jelas bagi para sopir agar persaingan mencari penumpang tidak berujung maut. Menuntaskan integrasi dan ketertiban angkot sebelum Safrin Liputo berpindah jabatan.
”Jangan sampai perpindahan jabatan menjadi ajang ‘cuci tangan’ atas masalah-masalah transportasi yang masih karut-marut. Kami menuntut transparansi dan langkah konkret dalam 1×24 jam terkait langkah mitigasi konflik di lapangan,” tambah Abid.
Saat ini, pihak Kepolisian Sektor Tanah Abang masih memburu pelaku P yang melarikan diri. Sementara itu, bangkai angkot yang terbakar masih terparkir di Jalan Awaludin 4 sebagai saksi bisu kekerasan di jalanan ibu kota.(Red).






