Satu Tahun Pramono-Doel: Mahasiswa Jakarta Titipkan Harapan Pendidikan yang Lebih Merata dan Inklusif

MARKABERITA.ID | Jakarta, 13 Februari 2026  – Di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota, sektor pendidikan tetap menjadi denyut nadi utama yang menentukan masa depan generasi muda. Menandai satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, organisasi Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) menggelar diskusi publik bertajuk “1 Tahun Pramono–Doel: Aspek Pendidikan dalam Perspektif Mahasiswa”  pada hari Jum’at (13/2) di  Aula PGRI Kampus A Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Jl. TB Simatupang Jakarta selatan.

​Forum ini hadir sebagai ruang refleksi yang jujur, mempertemukan suara kritis mahasiswa dengan para pengatur kebijakan, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta hingga perwakilan legislatif.

​Ketua MMT, Abid Zahid Fadhillah, membuka diskusi dengan pesan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa di balik setiap angka statistik pendidikan, ada impian anak-anak Jakarta yang harus diperjuangkan secara kolektif.

​“Mahasiswa tidak boleh hanya berdiri di pinggiran dan menjadi penonton. Kami memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan pendidikan tidak hanya indah di atas kertas, tapi benar-benar berdampak di ruang kelas. Kami ingin suara mahasiswa menjadi warna yang menentukan masa depan adik-adik kami di Jakarta,” ujar Abid.

​Hadir sebagai narasumber, Ibu Dessy, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, menekankan bahwa tugas legislatif adalah memastikan hak dasar warga terpenuhi tanpa diskriminasi. Sebagai anggota komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat dan pendidikan, beliau menyoroti pentingnya evaluasi yang berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.

​“Hati kami di Komisi E ada untuk kemajuan anak-anak Jakarta. Fokus Fraksi Demokrat saat ini adalah mengkaji kebijakan yang lalu untuk membangun pondasi yang lebih kuat. Kami ingin menekan kesenjangan agar tidak ada lagi jarak yang lebar dalam mengakses ilmu. Pendidikan di Jakarta harus merata dan memanusiakan semua orang,” tegas Dessy.

​Dari sisi eksekutif, Alim Muqodas dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan bahwa orientasi utama pemerintah saat ini adalah memastikan setiap anak Jakarta mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas sesuai arahan Gubernur.

Baca Juga  CBA Desak Kejati DKI Segera Tersangkakan Aktor Proyek Suralaya, Uchok Sky: Jangan Cuma Jadi 'Komedi Putar'!

​Namun, pengamat kebijakan publik, Zulfikar Malikar, mengingatkan bahwa kebijakan sehebat apa pun akan hampa tanpa komunikasi yang humanis.

​“Program yang baik dimulai dari pendengaran yang baik. Bapak Gubernur sangat terbuka terhadap kritik. Dialog seperti inilah yang merawat kepercayaan antara rakyat dan pemimpinnya, terutama dalam momentum satu tahun kepemimpinan ini,” jelas Zulfikar.

​Diskusi yang berlangsung hangat ini menghasilkan kesepahaman bahwa pendidikan bukan sekadar urusan administratif, melainkan investasi kemanusiaan. MMT berharap hasil pemikiran dalam diskusi ini menjadi bahan pertimbangan substantif bagi pasangan Pramono-Doel dalam menyempurnakan program pendidikan di masa mendatang.

​Momentum satu tahun ini menjadi pengingat bagi semua pihak: bahwa pembangunan pendidikan yang sejati memerlukan keterbukaan hati untuk menerima evaluasi demi kemajuan generasi mendatang.(Red).

Baca Juga  Hadir di Bekasi, Pondok Pesantren Daaru Da'wah Gratis Tanpa Biaya