Rentetan Kecelakaan TransJakarta, Aktivis Jakarta Desak Gubernur Evaluasi Direktur Operasional

Megapolitan258 Dilihat

​MARKABERITA.ID | Jakarta, 24 Februari 2026 – Rentetan kecelakaan yang melibatkan armada TransJakarta kembali memicu reaksi keras dari publik. Aktivis Jakarta, Salim Wehfany, secara tegas meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk segera mengevaluasi total kinerja jajaran direksi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), terutama pada sektor operasional.

​Salim menyampaikan bahwa insiden tabrakan yang terus berulang menunjukkan adanya masalah sistemik dalam manajemen keselamatan perusahaan pelat merah tersebut. Ia menilai, aspek pengawasan terhadap operator dan standar kesehatan pramudi (driver) belum menjadi prioritas utama manajemen.

​”Kami meminta Gubernur Jakarta tidak tinggal diam. Nyawa warga Jakarta adalah taruhannya. Direktur Operasional TransJakarta harus bertanggung jawab dan segera dievaluasi karena insiden ini terus berulang tanpa solusi konkret,” tegas Salim saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (24/02).

​Dalam keterangannya, Aktivis Jakarta ini menyoroti tiga poin utama yang harus segera diperbaiki oleh manajemen TransJakarta:

  • ​Audit Menyeluruh Operator Mitra: Memastikan seluruh mitra operator mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) perawatan armada tanpa toleransi.
  • ​Evaluasi Jam Kerja Pramudi: Memperketat pengawasan jam kerja untuk mencegah kelelahan fisik (fatigue) yang sering menjadi pemicu utama kecelakaan di jalur busway.
  • ​Ketegasan Sanksi Kontrak: Pemberian sanksi yang lebih berat, termasuk pemutusan kontrak kerja sama bagi operator yang terbukti gagal menjaga standar keamanan.
Baca Juga  FPPJ: Pansus Parkir Kurang Percaya Diri, Lebih Baik Bubarkan!

​Masyarakat kini menantikan langkah nyata dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merespons tuntutan ini. Sebagai moda transportasi tulang punggung warga, TransJakarta diharapkan kembali memberikan rasa aman dan nyaman, bukan justru menjadi sumber kecemasan.

​”Jangan sampai TransJakarta yang seharusnya menjadi solusi kemacetan, malah menjadi momok ketakutan bagi pengguna jalan maupun penumpangnya sendiri,” pungkas Salim.(Red).