Refleksi 1 Tahun Pram-Doel, Ketua Umum FK REPNUS: Jakarta Global Harus Humanis dan Solutif bagi Rakyat  

Megapolitan380 Dilihat

​MARKABERITA.ID | Jakarta, 12 Februari 2026 – Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS) menggelar diskusi publik bertajuk “Memasuki 1 Tahun Kepemimpinan Pram-Doel: Jakarta Menuju Kota Global dan Modern (Global City for All)” di Journey Coffee, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (12/2). Acara yang dipandu oleh moderator Andi Nugroho (Andi Uban) ini menghadirkan jajaran narasumber dari jajaran Staf Khusus Gubernur, Dinas Perhubungan, Dinas Pertamanan, hingga BUMD PAM JAYA.

​Ketua Umum FK REPNUS, Faisal Nasution, memberikan pernyataan tunggal sebagai refleksi atas satu tahun perjalanan kepemimpinan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa transformasi Jakarta menjadi kota global tidak boleh meninggalkan aspek kemanusiaan dan keberpihakan pada warga kecil.

Baca Juga  Pansel FKDM Jakarta Kredibel, FPPJ: Jangan Jadi "Kompor Meleduk"!

​”Satu tahun kepemimpinan Pram-Doel adalah momentum pembuktian bahwa Jakarta bisa menjadi kota global tanpa kehilangan jiwanya. Kami di FK REPNUS mengapresiasi langkah konkret pemerintah yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada rasa aman warga di transportasi publik melalui pengawasan CCTV masif, serta penyediaan air bersih yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat,” ujar Faisal Nasution.

​Lebih lanjut, Faisal menyoroti pentingnya keberlanjutan program lingkungan dan ekonomi kreatif yang menjadi nafas baru bagi anak muda Jakarta.

​”Jakarta masa depan adalah Jakarta yang hijau melalui optimalisasi RTH mikro di pemukiman padat dan Jakarta yang mandiri secara ekonomi di mana BUMD mampu menjadi mesin pencetak lapangan kerja. Kami akan terus mengawal visi ini agar predikat ‘Global City for All’ benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga, dari pusat kota hingga ke pelosok gang,” tegasnya.

Baca Juga  Perkuat Silaturahmi, Panji Bangsa DKI Santuni 350 Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta Pusat

​Diskusi ini merangkum sejumlah capaian strategis selama setahun terakhir, di antaranya:

​Keamanan Publik: Digitalisasi pengawasan di fasilitas transportasi umum untuk mencegah pelecehan seksual dan kriminalitas.

​Kedaulatan Air: Komitmen cakupan air bersih 100% pada 2029 dan penyelamatan ekologi Jakarta dari penurunan muka tanah.

​Ruang Publik: Inovasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) skala mikro dan rencana peluncuran Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan.

​Ekonomi: Transformasi BUMD sebagai job creator di tengah tantangan resesi global.

​Faisal Nasution menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen pemuda untuk tetap kritis namun partisipatif dalam mengawal tahun-tahun berikutnya kepemimpinan Pram-Doel.(Red).