MARKABERITA.ID | Jakarta, 12 Februari 2026 – Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS) menggelar diskusi publik bertajuk “Memasuki 1 Tahun Kepemimpinan Pram-Doel: Jakarta Menuju Kota Global dan Modern (Global City for All)”. Bertempat di Journey Coffee, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (12/2), diskusi ini menghadirkan para pemangku kebijakan, praktisi, dan elemen pemuda untuk mengevaluasi capaian serta tantangan transformasi Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini.
Diskusi yang berlangsung dinamis ini dipandu oleh Andi Nugroho (Andi Uban) selaku moderator, yang membedah lima pilar utama transformasi Jakarta: ekonomi, kedaulatan air, transportasi, ruang hijau, dan identitas budaya.
Ketua Umum Prangko, Zulfikar Maricar, menyoroti fenomena ketimpangan ekonomi di mana pertumbuhan makro belum sepenuhnya linear dengan penurunan angka pengangguran terbuka akibat dampak resesi global. “BUMD DKI Jakarta harus mengambil peran strategis sebagai job creator. Pemulihan ekonomi harus menyentuh akar rumput agar warga Jakarta tidak sekadar menjadi penonton di kota sendiri,” tegasnya.
Direktur Operasional PAM JAYA, Sahrul Hasan, memaparkan target ambisius cakupan air bersih 100% pada tahun 2029. Ia menekankan pentingnya kampanye penggunaan air perpipaan untuk menghentikan eksploitasi air tanah yang menyebabkan penurunan permukaan tanah Jakarta sebesar 1–2 cm per tahun.
“Kita harus mencegah bencana ekologi. PAM JAYA berkomitmen menghadirkan akses air bersih dengan tarif murah dan terjangkau demi keberlangsungan lingkungan Jakarta,” ujar Sahrul.
Listianing Handayani dari Pusdatin Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pengguna transportasi umum berkat penguatan armada feeder di wilayah penyangga. Terkait aspek keamanan, Dishub merespons isu pelecehan seksual dengan langkah konkret.
“Pemasangan CCTV kini dilakukan secara masif, mulai dari armada, halte, hingga shelter. Ini adalah upaya preventif sekaligus alat identifikasi cepat jika terjadi tindak kriminalitas,” jelas Listianing.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, M. Fajar Sauri, menjelaskan inovasi strategi “RTH Mikro” untuk mengejar target 30% ruang terbuka hijau pada 2045. Melalui optimalisasi lahan kecil seluas 50 m², pemerintah berupaya menghadirkan paru-paru kota di tengah pemukiman padat.
Dalam waktu dekat, Pemprov akan meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan yang akan diisi dengan dialog publik dan program buka puasa bersama gratis untuk warga.
Staf Khusus Gubernur, Renhad Sirait, meluruskan persepsi mengenai Kota Global. Menurutnya, status kota global bukan hanya tentang kemegahan gedung pencakar langit, melainkan keramahan terhadap lingkungan dan keberpihakan pada nilai budaya.
“Jakarta Global adalah kota yang modern secara teknologi namun tetap memiliki jiwa budaya lokal dan ramah bagi seluruh lapisan sosial,” ungkapnya.
Menutup diskusi, Andi Nugroho (Andi Uban) menekankan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah, kinerja BUMD, dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci suksesnya Jakarta sebagai Kota Global. Ia mendorong warga untuk lebih aktif melapor jika menemui kendala pada fasilitas publik guna mewujudkan pelayanan yang responsif.
Tentang FK REPNUS:
Forum Komunikasi Relawan Pemuda Nusantara adalah wadah aspirasi pemuda yang berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah DKI Jakarta demi mewujudkan kota yang maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh warga.(Red).






