MARKABERITA.ID | Jakarta, 19 Februari 2026 – Percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dinilai memerlukan perencanaan komprehensif agar tidak sekadar menjadi proyek fisik, melainkan benar-benar mampu memberdayakan ekonomi desa secara optimal.
Direktur Eksekutif Pustaka Indonesia, Hendra Djatmiko, mengapresiasi semangat pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui program ini. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa keberhasilan koperasi tidak bisa diukur hanya dari kecepatan pembangunan infrastrukturnya.
Pernyataan ini merespons instruksi Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, yang meminta percepatan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih agar segera beroperasi. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Hendra menekankan bahwa meskipun percepatan adalah langkah strategis, aspek tata kelola dan model bisnis tidak boleh dikesampingkan.
“Kami melihat semangat pemerintah sangat baik. Namun, agar keberlanjutannya terjaga, pembangunan harus diawali dengan perhitungan usaha yang matang dan berbasis kebutuhan anggota, bukan sekadar untuk mengejar target operasional atau ‘kejar tayang’,” ujar Hendra dalam keterangannya, Rabu (18/2).
Lebih lanjut, Hendra memaparkan tiga pilar utama yang menentukan keberhasilan Kopdes Merah Putih:
- Partisipasi Anggota: Koperasi adalah lembaga ekonomi berbasis anggota, sehingga kesiapan SDM di tingkat desa menjadi krusial.
- Model Bisnis: Setiap desa harus memetakan potensi lokal (komoditas atau jasa) sebelum koperasi beroperasi agar memiliki daya saing.
- Transparansi & Akuntabilitas: Pengelolaan yang profesional dan terbuka adalah kunci kepercayaan anggota.
“Pembangunan fisik hanyalah sarana. Yang lebih menentukan adalah bagaimana koperasi tersebut menjalankan aktivitas ekonomi secara sehat dan berkelanjutan di masa depan,” tambahnya.
Pustaka Indonesia menyarankan agar pemerintah tidak hanya terpaku pada kuantitas jumlah koperasi yang berdiri atau kecepatan waktu operasional. Indikator kesuksesan yang sebenarnya adalah sejauh mana koperasi mampu meningkatkan pendapatan anggota dan menghidupkan perputaran ekonomi di desa.
Hendra berharap Kementerian Koperasi dapat memastikan program ini berjalan secara bertahap, terukur, dan akuntabel.
“Kami percaya koperasi desa bisa menjadi motor ekonomi rakyat. Dengan perencanaan matang dan pengelolaan profesional, program ini akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan,” pungkasnya.(Red).






