Insiden Koridor 13: BAJA Tekankan Evaluasi Keselamatan Tanpa Sudutkan Transjakarta

Megapolitan489 Dilihat

MARKABERITA.ID | Jakarta, 23 Februari 2026 – Barisan Jakarta (BAJA) menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan sistem transportasi Transjakarta di tengah sorotan publik pasca-insiden di Koridor 13. Ketua Umum BAJA, R. Lintang Fisutama, menegaskan bahwa evaluasi keselamatan adalah keharusan, namun penilaian terhadap Transjakarta wajib berbasis pada data objektif dan capaian kinerja nyata, bukan sekadar opini sesaat.

​”Kita harus jernih melihat situasi. Transjakarta adalah tulang punggung mobilitas warga dengan layanan lebih dari 1,4 juta perjalanan setiap hari. Satu insiden memang harus dievaluasi secara mendalam, namun jangan sampai mengaburkan kontribusi masif yang telah dirasakan jutaan warga Jakarta selama ini,” ujar R. Lintang Fisutama dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2).

Baca Juga  Pramono Anung: Target Juara Umum PON 2028 Harga Mati bagi Jakarta

​Lintang memaparkan fakta bahwa kepercayaan publik terhadap Transjakarta terus meningkat drastis. Sepanjang tahun 2025, Transjakarta mencatat angka pelanggan fantastis mencapai 413 juta orang, yang mencerminkan pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 29% sejak tahun 2022.

​Tren kenaikan ini konsisten pascapandemi: mulai dari 189 juta pelanggan pada 2018, melonjak ke 285 juta pada 2023, meningkat menjadi 372 juta pada 2024, hingga menembus angka 413 juta pada 2025.

​Menariknya, di tengah kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 5,17% per tahun dan inflasi rata-rata 2,7%, Transjakarta justru berhasil melakukan penghematan operasional. Subsidi per pelanggan berhasil ditekan turun sebesar 14% dibandingkan tahun 2022, menandakan pengelolaan manajemen yang semakin efektif dan efisien.

Baca Juga  BPBD Kota Bekasi Rilis Update Korban Kecelakaan: 15 Orang Meninggal Dunia, 81 Luka-Luka

​Dari sisi keamanan, data menunjukkan perbaikan signifikan. Angka kecelakaan (accident rate) berhasil ditekan dari 0,55 pada 2022 menjadi 0,33 pada 2025, atau turun sekitar 40%. Selain itu, severity index (indeks keparahan kecelakaan) sukses dipertahankan di angka 0,00 selama periode 2023 hingga 2025.

​Capaian teknis tersebut selaras dengan persepsi masyarakat, di mana Transjakarta mencatatkan:

  • ​Indeks Kepuasan Pelanggan sebesar 4,4 dari skala 5,0.
  • ​Net Promoter Score (NPS) mencapai 73%, menunjukkan mayoritas pelanggan puas dan bersedia merekomendasikan layanan ini.
  • ​Cakupan layanan telah menjangkau 92,4% populasi Jakarta melalui 233 rute aktif dengan 4.869 unit bus operasional.

​Menutup pernyataannya, R. Lintang Fisutama menekankan bahwa BAJA mendukung penuh langkah-langkah peningkatan standar keselamatan secara berkala sebagai bentuk tanggung jawab publik. Namun, ia mengingatkan agar narasi yang berkembang tetap proporsional dan tidak tendensius.

Baca Juga  FPPJ Desak Gubernur Pramono Anung Copot Direktur Operasional: "Nyawa Warga Jakarta Harus Terlindungi..

​“Evaluasi adalah jalan menuju kesempurnaan layanan. Kritik harus bersifat membangun demi keselamatan penumpang, namun jangan sampai melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang kinerjanya sudah terbukti positif bagi Jakarta,” pungkas Lintang.(Red).