SPJ Desak Gubernur Jakarta Pecat Kadispora Buntut Robohnya Tembok GOR Kemayoran

Megapolitan, Olahraga731 Dilihat

​MARKABERITA.ID | Jakarta, 24 Januari 2025  – Solidaritas Pemuda Jakarta (SPJ) bereaksi keras atas insiden ambruknya tembok parapet GOR Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Jumat (23/1/2026). Ketua Umum SPJ, Choirul Umam, mendesak Pj Gubernur Jakarta untuk segera mencopot Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan pengawasan proyek.

​Peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan tembok parapet GOR ambruk dan menimpa sedikitnya 11 unit sepeda motor serta satu unit ambulans. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini memicu kekhawatiran publik karena gedung tersebut baru saja selesai menjalani proses revitalisasi oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Baca Juga  Pejabat Bekasi Dukung dan Apresiasi Atlet Para Judo di Peparnas XVII

​Choirul Umam menilai insiden ini adalah bukti nyata kelalaian birokrasi dalam mengawal proyek infrastruktur publik.

​”Kejadian ini sangat memprihatinkan. Kami meminta Gubernur Jakarta Pramono Anung melakukan evaluasi total, khususnya terhadap kinerja Kadispora. Gubernur harus berani mengambil langkah tegas dengan memecat Kadispora Jakarta karena ketidakmampuan dalam menjalankan fungsi pengawasan. GOR ini baru saja direvitalisasi, sangat tidak masuk akal jika temboknya langsung rubuh hanya karena angin,” tegas Umam dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

​Selain tuntutan pemecatan, SPJ juga mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengaudit perusahaan pemenang tender proyek revitalisasi GOR Kemayoran. Umam mencurigai adanya spesifikasi bangunan yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau praktik pengurangan kualitas material.

Baca Juga  Potensi Pemborosan APBD: Rekrutmen FKDM Jakarta 2026-2031 Menuai Kritik Tajam

​”Gubernur harus mengusut tuntas dan meminta pertanggungjawaban hukum dari pihak kontraktor. Kami menduga ada ketidaksesuaian SOP dalam pengerjaannya. Jangan sampai anggaran rakyat menguap pada proyek yang justru membahayakan nyawa warga,” tambahnya.

​Saat ini, pihak kepolisian telah bergerak untuk meminta keterangan dari pengelola gedung guna penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kelalaian konstruksi. Di sisi lain, Pemerintah Jakarta berkomitmen untuk memberikan ganti rugi penuh terhadap kerusakan kendaraan motor dan ambulans yang terdampak di lokasi kejadian.(Red).