Dugaan Peredaran Obat Tipe G di Jalur Pantura Ciasem Mencuat, Sosok ‘MR’ Diduga Sang Bos

Daerah, Hukum1257 Dilihat

Dugaan Peredaran Obat Tipe G di Jalur Pantura Ciasem Mencuat, Sosok ‘MR’ Diduga Sang Bos

SUBANG- Markaberita.id 

Peredaran obat-obatan keras golongan daftar G di wilayah jalur Pantura, tepatnya di Ciasem Baru, dan Ciasem Girang Kabupaten Subang, kian meresahkan masyarakat. Aktivitas ilegal yang menyasar kalangan remaja ini diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial MR.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, pada Minggu 25 Januari 2026 terdapat dua titik lokasi yang diduga kuat menjadi pusat transaksi obat keras jenis Eximer dan Tramadol. Lokasi pertama berada di wilayah Ciasem Baru di area semak-semak yang dilengkapi sebuah pos pemantau, berjarak sekitar 50 meter dari jalan raya.

Dok.Markaberita.id
Dok.Markaberita.id

Sementara lokasi kedua Ciasem Girang berada tidak jauh dari titik pertama, yang lebih miris berjarak sekitar 100 meter seberang kantor Polsek Ciasem, dengan modus menyamar sebagai bengkel motor di pinggir jalur Pantura arah Cirebon.

Keberadaan lapak-lapak tersebut beroperasi secara terang-terangan di kawasan strategis, sehingga memicu kekhawatiran mendalam dari para orang tua akan potensi kerusakan mental generasi muda di wilayah tersebut.

Desakan Penindakan Tegas dari Aparat

Menanggapi maraknya peredaran obat tanpa izin medis ini, tokoh masyarakat dan elemen warga mendesak Polres Subang serta Polsek Ciasem untuk segera mengambil langkah nyata.

“Kami meminta pihak aparat tidak tutup mata. Informasi mengenai keterlibatan sosok MR sebagai bos di balik dua lapak ini sudah menjadi rahasia umum. Kami mendesak dilakukan penggerebekan dan penutupan permanen,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (25/1/2026).

Dok Markaberita.id
Dok Markaberita.id

Peredaran obat-obatan tipe G tanpa izin edar resmi merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Kesehatan. Selain merusak kesehatan, aktivitas ini dikhawatirkan memicu kenaikan angka kriminalitas dan kenakalan remaja di sepanjang jalur Pantura.

Tanggapan Pihak Kepolisian

AKP Endang Kurnia Kapolsek Ciasem, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penindakan pada bulan lalu. Namun, dalam operasi tersebut petugas gagal meringkus pelaku karena lokasi sudah dalam keadaan kosong.

“Bulan kemarin kami dari Polsek Ciasem sudah menindaklanjuti laporan warga, namun di lokasi tidak ada orangnya. Saat itu kami hanya mengamankan terpal tempat berteduh dan membongkar lokasinya,” ujar Kapolsek.(25/01)

Terkait laporan terbaru mengenai aktivitas yang kembali beroperasi, Kapolsek memohon waktu karena personel kepolisian saat ini tengah dikerahkan untuk penanganan bencana alam.

“Sekarang ada lagi ya? Mohon maaf, sudah tiga hari ini Polsek Ciasem sedang fokus mengurus warga korban banjir,” tambahnya.

Masyarakat berharap, setelah situasi darurat banjir mereda, kepolisian dapat segera memberantas jaringan peredaran obat terlarang ini hingga ke akar-akarnya, termasuk memproses hukum oknum yang menjadi otak di balik bisnis ilegal tersebut.

Red