Cegah Pendaki Hilang, Kemenhut Terapkan Sistem Pengawasan Digital di Gunung Gede

Nasional290 Dilihat

​MARKABERITA.ID |Jakarta, 18 Januari 2026  – Keselamatan pendaki di Gunung Gede Pangrango kini menjadi prioritas utama pemerintah. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Kementerian Kehutanan bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi mengumumkan penerapan sistem pengawasan digital berupa gelang RFID dan penyediaan tumbul darurat (panic button).

​Langkah ini diambil menyusul maraknya insiden pendaki yang tersesat atau hilang di kawasan tersebut. Inovasi ini merupakan bagian dari upaya perbaikan sistem pengamanan pengunjung selama masa penutupan jalur pendakian.

​Setiap pendaki nantinya diwajibkan menggunakan gelang berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang diberikan saat proses registrasi. Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk:

  • ​Pemantauan Real-Time: Pergerakan pendaki dapat terpantau secara sistematis di setiap titik pemeriksaan (check point).
  • ​Akurasi Pencarian: Mempermudah tim SAR dalam mendeteksi lokasi pendaki jika terjadi kondisi tersesat atau kecelakaan.
  • ​Efisiensi Penanganan: Mempercepat waktu respon evakuasi berkat data lokasi yang lebih akurat.
Baca Juga  PPDI Bentuk Satgas Pemilih Disabilitas di Karawang

​Pada tahap awal, sistem gelang RFID ini akan diimplementasikan di dua jalur utama, yakni Jalur Gunung Putri dan Jalur Cibodas, dengan titik pantau (check point) utama berada di alun-alun Surya Kencana.

​Selain gelang RFID, pemerintah juga memasang unit panic button atau tombol darurat (SOS) di kawasan Surya Kencana. Fasilitas ini dirancang sebagai alat komunikasi cepat dalam kondisi kritis.

​”Jika terjadi keadaan darurat, pendaki cukup menekan tombol SOS tersebut untuk segera meminta bantuan kepada petugas di pos pemantauan bawah,” tulis keterangan resmi dari akun @ayoketamannasional (17/1).

​Melalui integrasi teknologi ini, Kementerian Kehutanan berharap standar keselamatan pendakian di Indonesia, khususnya di Gunung Gede Pangrango, dapat meningkat secara signifikan dan meminimalisir risiko fatalitas di gunung.(Red).

Baca Juga  Sultan HB X Desak BPS Evaluasi Lonjakan Desil Warga DIY: Salah Pendataan Berpotensi Ciptakan Masalah Sosial Baru