Update Tragedi Sumatera: Korban Jiwa Tembus 780, Ratusan Hilang Ditelan Banjir Bandang dan Longsor

Nasional214 Dilihat

​Markaberita.id | Jakarta, 4 Desember 2025 – Duka mendalam masih menyelimuti Pulau Sumatera menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi: Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data yang mengejutkan, di mana jumlah korban jiwa terus meningkat seiring upaya pencarian yang intensif.

​Hingga Kamis pagi (4/12/2025) pukul 06.25 WIB, tercatat 780 orang meninggal dunia, dan 564 warga lainnya masih dinyatakan hilang—menimbulkan kekhawatiran besar di tengah keluarga korban. Selain itu, 2.600 warga mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis segera.

​Bencana ini menyebabkan kerugian masif, baik bagi nyawa maupun infrastruktur. Ribuan keluarga saat ini terpaksa mengungsi, menghadapi kondisi serba terbatas, khususnya kekurangan air bersih, layanan kesehatan, dan pangan.

  • ​Di Aceh, korban meninggal mencapai 277 orang, dengan 193 warga masih dalam pencarian.
  • ​Sumatera Barat mencatat 204 korban jiwa dan 212 orang hilang.
  • ​Sementara Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yaitu 299 orang, serta 159 warga yang belum ditemukan.
Baca Juga  SOROTAN KRITIS HABIB SALIM BIN JINDAN: Kebijakan E10 — Jangan Jadikan Rakyat Kelinci Percobaan

​Total 2.400 rumah rusak, 74 fasilitas umum, dan 54 fasilitas pendidikan hancur. Bahkan, 27 jembatan utama dan 19 rumah ibadah juga terdampak, menambah daftar panjang kerusakan.

​Akses ke beberapa wilayah terisolasi akibat jalan yang tertutup longsor, menghambat mobilitas dan distribusi bantuan. Untuk mengatasi kendala ini, BNPB melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh dan Sumatera Utara.

​Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC sangat vital untuk menjamin kelancaran pekerjaan tim di darat dan memastikan jalur udara aman bagi distribusi logistik darurat.

​Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian adalah penyediaan air bersih dan sanitasi, peningkatan layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara yang layak, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Baca Juga  Ketum Relawan Gema Airlangga Ucapkan Selamat Bergabung Kang Emil Ke Partai Golkar

​Tim SAR gabungan terus bergerak cepat di titik-titik prioritas. Selain penanganan darurat, pemerintah daerah dan BNPB juga telah memulai pendataan kerusakan infrastruktur sebagai fondasi untuk rencana rekonstruksi dan pemulihan jangka panjang.(Red).