Kota Cimahi Perkuat Pencegahan Zoonosis, 75 Kader Kelurahan Dibekali Bimtek

News686 Dilihat

Kota Cimahi – markaberita.id

Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular zoonosis melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Zoonosis yang dilaksanakan pada 2–4 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kementerian, pemerintah daerah, serta kader zoonosis dari seluruh kelurahan di Kota Cimahi.

Bimtek bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis, yaitu penyakit menular dari hewan ke manusia, melalui penguatan deteksi dini di tingkat kelurahan.

Kegiatan dibuka oleh drh. Saprison, M.Si., yang hadir mewakili Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Cimahi atas komitmennya dalam membangun sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit zoonosis.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Cimahi yang telah menetapkan kader zoonosis dan menyelenggarakan bimbingan teknis ini. Cimahi menjadi pemerintah daerah pertama yang menerbitkan SK penetapan kader zoonosis dan langsung menindaklanjutinya dengan pembekalan teknis,” ujarnya.

Baca Juga  Paskah Aman, Umat Kristiani Sampaikan Apresiasi Untuk Polres Purwakarta

Saprison menegaskan bahwa penyakit zoonosis merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Saat ini tercatat lebih dari 200 jenis penyakit zoonosis di dunia, dan sekitar 60 persen penyakit menular pada manusia berasal dari hewan. Pengalaman pandemi Covid-19, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor.

“Zoonosis tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga terhadap produksi pangan dan stabilitas ekonomi. Kehadiran kader menjadi sangat penting sebagai garda terdepan deteksi dini di masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Tita Maryam. Ia menjelaskan bahwa pembentukan kader zoonosis merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat, dengan melibatkan seluruh kelurahan di Kota Cimahi.

Baca Juga  Wakili Kapolres Purwakarta, Dr. H. Iwan Rasiwan Paparkan Secara Komprehensif Peran dan Larangan Ormas di Bimtek Kesbangpol

“Sebanyak 15 kelurahan masing-masing memiliki lima kader, sehingga total ada 75 kader yang hari ini mendapatkan pembekalan,” kata Tita.

Menurutnya, para kader akan berperan sebagai perpanjangan tangan dinas, khususnya bidang peternakan, dalam mendeteksi serta melaporkan kejadian penyakit hewan di wilayah masing-masing. Hal ini dinilai penting mengingat keterbatasan sumber daya pemerintah dalam melakukan pemantauan langsung secara menyeluruh.

“Dengan adanya kader, informasi penyakit seperti rabies dapat cepat diterima. Rabies sangat berbahaya bagi hewan dan manusia, sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.

Tita menambahkan, meskipun sebagian besar kader tidak berlatar belakang kesehatan hewan, Bimtek ini menjadi bekal awal pengetahuan dan pemahaman mengenai tugas serta penanganan dasar penyakit zoonosis.

Baca Juga  Diduga Korban Kekerasan Seksual Tak Terima Hak, PT. METRO PEARL INDONESIA Disorot Soal Legalitas dan Tanggung Jawab

“Kami tidak membiarkan kader berjalan sendiri. Dinas akan terus mendampingi, dan sudah tersedia sistem pelaporan yang siap digunakan,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap dapat mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi dari risiko penyakit zoonosis. Keberadaan kader terlatih di tingkat kelurahan diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, mempercepat penanganan, serta meningkatkan keamanan kesehatan masyarakat.

Bimtek ini menjadi tonggak penting bagi Kota Cimahi sebagai daerah pertama yang secara resmi membentuk struktur kader zoonosis hingga tingkat kelurahan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat di era pascapandemi.

Hilman Risyadi