Markaberita.id | Jakarta, 15 Desember 2025 – Serangkaian bencana kelistrikan yang melanda Indonesia sepanjang tahun 2025—mulai dari blackout massal hingga kebakaran pembangkit—ditegaskan bukan lagi insiden biasa, melainkan sebuah pola kegagalan sistemik di tubuh PLN yang kini berpotensi menjadi ancaman nasional. Ketua Padepokan Hukum Indonesia, Mus Gaber, menyatakan bahwa inkonsistensi dan keteledoran ini telah berdampak langsung pada kehidupan rakyat dan stabilitas perekonomian negara.
Tahun 2025 dibuka dengan sinyal bahaya yang nyata. Blackout besar di Bali pada awal tahun melumpuhkan sektor pariwisata, layanan publik, dan aktivitas ekonomi di etalase Indonesia. Insiden ini membuktikan kerapuhan sistem di wilayah yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Memasuki pertengahan tahun, krisis listrik meluas ke jantung industri. Pemadaman masif di Bekasi, kawasan penopang ekonomi nasional, mengganggu operasional pabrik, UMKM, dan rumah tangga, menciptakan kerugian ekonomi kolosal yang hingga kini belum diungkap transparan oleh PLN.
Kerentanan sistem juga terekspos di luar Jawa. Blackout berulang di Sulawesi Tengah dan Aceh kembali menunjukkan lemahnya keandalan pasokan nasional, membuat masyarakat di dua wilayah berbeda menjadi korban tanpa evaluasi terbuka dan penjelasan yang memadai dari pihak PLN.
Situasi semakin mengkhawatirkan dengan rentetan musibah pada infrastruktur vital:
- Kebakaran di PLTU Asam-Asam memicu keraguan serius terhadap standar keselamatan dan prosedur pemeliharaan pembangkit.
- Puncaknya, ledakan dan kebakaran di PLTU Labuan Angin, Sumatera Utara, pada 8 Mei 2025, menjadi salah satu peristiwa paling serius, yang menggarisbawahi rapuhnya keamanan infrastruktur energi strategis.
Mus Gaber menyoroti bentuk kelalaian paling serius yang dilakukan PLN:
- Kegagalan dalam Bencana Alam: Pasca-banjir di Sumatera, PLN justru diduga menyampaikan data kelistrikan yang tidak akurat. Kesalahan data dalam kondisi darurat ini dinilai telah memperparah penanganan lapangan, merugikan masyarakat, dan merupakan bentuk keteledoran yang tak termaafkan.
- Tragedi Terkini di Kalimantan: Pada hari ini, 15 Desember 2025, terjadi kebakaran hebat di PLTU 3 Bengkayang, Kalimantan Barat. Video amatir warga merekam kobaran api dan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan viral. Hingga berita ini diturunkan, PLN belum memberikan penjelasan transparan mengenai penyebab dan dampak distrubusi listrik.
Mus Gaber pada saat di temui senin (15/12/25) di jakarta menegaskan, rangkaian insiden ini adalah bukti kegagalan fatal PLN dalam manajemen risiko, pengawasan internal, prosedur keselamatan, serta akurasi dan transparansi data.
“Listrik yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi nasional kini justru berubah menjadi sumber ancaman bagi rakyat dan perekonomian,” ujar Mus Gaber.
Ia menuntut agar pemerintah segera melakukan evaluasi total terhadap PLN, termasuk audit eksternal independen dan keterlibatan aktif regulator.
“Ini bukan lagi sekadar gangguan listrik. Ini adalah ancaman nyata bagi keselamatan publik, ketahanan ekonomi, dan keamanan nasional. Rakyat tidak boleh terus menjadi korban kegagalan sistemik,” pungkasnya, mendesak intervensi negara untuk menjamin keandalan energi nasional.(Red).






