CBA Soroti Penundaan Rekrutmen FKDM DKI: Anggaran Rp260 Juta Terancam Hangus Tanpa Hasil

Megapolitan192 Dilihat

​Markaberita.id | Jakarta, 22 Desember 2025  – Penundaan proses rekrutmen anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menuai kritik tajam dari Center for Budget Analysis (CBA). Penundaan ini dinilai sebagai bentuk ketidaksiapan manajerial yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

​Persoalan ini mencuat dalam rapat kerja antara Badan Kesbangpol DKI Jakarta dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta pada Senin (15/12/2025). Kesbangpol mengajukan penundaan dengan alasan mekanisme rekrutmen saat ini kurang melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga dikhawatirkan memicu masalah legitimasi di kemudian hari.

​Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai alasan penundaan tersebut menunjukkan adanya perencanaan yang buruk. Ia menyoroti alokasi anggaran tahun 2025 sebesar Rp260.400.000 yang dikhususkan untuk honorarium Tim Seleksi FKDM.

Baca Juga  Arogansi di Tengah Krisis Ekonomi: Penertiban Pedagang Es Krim di CFD Dinilai Abaikan Nurani

​”Waduh, enak sekali Badan Kesbangpol DKI bisa seenaknya menunda setelah anggaran dialokasikan. Ini berpotensi menghabiskan duit negara tanpa ada hasil nyata,” ujar Uchok dalam keterangan persnya, Senin (22/12/2025).

​Menurut Uchok, anggaran ratusan juta tersebut terancam sia-sia jika proses rekrutmen dilakukan secara tertutup atau “asal tunjuk” tanpa prosedur yang transparan. “Anggaran honorarium Rp260,4 juta itu bisa habis hanya karena Kesbangpol bekerja seperti memilih ‘raja-raja kecil’ tanpa melibatkan publik,” tegasnya.

​Lebih lanjut, CBA mendesak DPRD DKI Jakarta untuk bertindak tegas dan tidak hanya sekadar menyetujui penundaan. Uchok meminta legislatif mendorong audit menyeluruh terhadap realisasi anggaran seleksi yang sudah berjalan.

  • ​Audit Realisasi Anggaran: Memeriksa sejauh mana dana Rp260,4 juta telah terserap.
  • ​Panggil Kepala Kesbangpol: Meminta penjelasan langsung dari Muhammad Matsani terkait carut-marut proses seleksi.
  • ​Transparansi Tim Sel: Membuka data mengenai jumlah anggota tim seleksi, mekanisme kerja, dan kriteria pemilihan.
Baca Juga  Kena Deh! Giliran Gunung Erupsi, Wakil Rakyat Malah 'Ghosting' Rakyat Sendiri

​”Setiap rupiah yang keluar harus dipertanggungjawabkan oleh Kepala Kesbangpol. DPRD DKI jangan diam saja, harus didesak untuk buka-bukaan,” tambah Uchok.

​CBA juga menggarisbawahi minimnya informasi mengenai Tim Seleksi FKDM itu sendiri. Dalam dokumen anggaran, tidak ditemukan rincian mengenai komposisi tim maupun metode perekrutan yang digunakan.

​”Bukan cuma seleksi anggota FKDM yang tertutup, pembentukan Tim Seleksinya pun gelap gulita. Seolah-olah sengaja ditutupi oleh pihak Kesbangpol,” pungkasnya.

​Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Matsani, terkait kritik dan tuntutan audit yang dilayangkan oleh CBA.(Red).