Markaberita.id | Jakarta, 9 Desember 2025 – Tragedi kebakaran hebat di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, dipastikan telah merenggut total kurang lebih 20 korban jiwa. Angka ini dikonfirmasi oleh aparat gabungan setelah proses evakuasi yang menantang di lokasi kejadian resmi dihentikan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, dalam konferensi pers sore hari ini, merinci bahwa dari 20 korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi, 15 di antaranya adalah perempuan dan 5 lainnya laki-laki. Seluruh korban diduga merupakan karyawan yang terjebak di dalam gedung berlantai enam tersebut.
”Total 20 jenazah sudah berhasil dievakuasi dan telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Tim DVI akan segera bekerja untuk proses identifikasi. Kami berduka cita atas insiden ini,” ujar Kombes Susatyo.
Kronologi dan Dugaan Penyebab
Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 12.43 WIB, bertepatan dengan jam istirahat makan siang, yang menyebabkan banyak karyawan kesulitan menyelamatkan diri dari kobaran api yang cepat menyebar.
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di lantai dasar atau lantai 1, yang diperparah dengan keberadaan material mudah terbakar atau perangkat seperti baterai drone. Saksi mata melaporkan melihat asap tebal pertama kali muncul dari lantai bawah sebelum api menjalar dengan cepat ke lantai atas, tempat sebagian besar korban ditemukan.
Tim Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat mengerahkan setidaknya 29 unit mobil dan lebih dari 100 personel untuk menjinakkan api dan menuntaskan evakuasi, dengan fokus pencarian terakhir di lantai 6 yang mengalami kerusakan paling parah.
Pasca-evakuasi, area Gedung Terra Drone telah dipasang garis polisi (police line). Kepolisian telah mengambil alih lokasi untuk memulai proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara komprehensif.
Langkah ini melibatkan Tim Forensik dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk menemukan bukti fisik terkait sumber api dan menentukan apakah ada unsur kelalaian dalam sistem keselamatan gedung. Hasil investigasi ini diharapkan dapat memberi kejelasan kepada keluarga korban dan menjadi bahan evaluasi ketat terhadap standar keamanan bangunan komersial di ibu kota.(Red).






