Ucok Sky Khadafi Minta Pram-Doel Bentuk Tim Pemburu Poligami di DKI Jakarta

Menyoroti Kerugian Keuangan Negara dan Kinerja Menjelang Satu Tahun Pram-Doel

Megapolitan454 Dilihat

Markaberita.id | ​Jakarta, 19 November 2025 – Direktur Central Budget Analys (CBA), Ucok Sky Khadafi, mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pram-Doel, untuk segera membentuk Tim Pemburu Poligami di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi DKI Jakarta. Desakan ini disampaikan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Masyarakat Anti Korupsi (LPMAK) pada Senin (17/11/2025), menjelang satu tahun masa jabatan Pram-Doel.

​Menurut Ucok, DKI Jakarta menempati posisi yang memprihatinkan sebagai salah satu provinsi dengan kasus poligami tertinggi di kalangan ASN.

​“DKI Jakarta itu salah satu provinsi yang ASN-nya banyak kedapatan poligami. Kami melihat, akibat praktik poligami ini, timbul kerugian yang signifikan terhadap keuangan negara,” tegas Ucok.

​Ia menjelaskan bahwa pembentukan Tim Pemburu Poligami menjadi langkah strategis untuk menekan kerugian keuangan daerah yang diakibatkan oleh kasus-kasus tersebut.

Baca Juga  CBA Desak KPK Usut Dugaan "Double Anggaran" Rehabilitasi Gedung DPRD DKI 2026

​Selain isu poligami, Ucok Sky Khadafi juga memberikan kritik keras terhadap kinerja pasangan Pram-Doel yang mendekati satu tahun masa kepemimpinan. Ia menilai belum ada terobosan nyata, dan kebijakan yang dijalankan hanya berkutat pada program lama.

​“Kondisi Pram-Doel yang hampir satu tahun menjabat belum juga melakukan terobosan. Yang ada hanya mengurusi kebijakan yang lama, ibaratnya bagaikan mendorong mobil tua. Pram-Doel dorong mobil tua, Jakarta tidak ada perubahan nyata,” ujarnya blak-blakan.

​Ucok juga menyoroti sektor pengadaan barang dan jasa di era kepemimpinan Pram-Doel. Menurutnya, dampak dari kegiatan pengadaan ini belum terasa karena masih minimnya penyerapan anggaran di sektor tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya permasalahan dalam perencanaan dan eksekusi belanja daerah.(Red).

Baca Juga  Tarif Rp60 Ribu LRT: BAJA Sebut Proyek Triliunan Berubah Jadi 'Kereta Hantu' Mahal Anti-Rakyat