Pembukaan POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI Dihadiri Wamenpora, Menpora Erick Thohir Absen

Disabilitas, Olahraga1352 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 4 November 2025 – Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI tahun 2025 resmi dibuka di Jakarta International Velodrome pada Minggu sore (2/11). Acara pembukaan berlangsung meriah, ditandai dengan parade kontingen dari 38 provinsi serta penampilan seni budaya yang melambangkan semangat persatuan pelajar Indonesia.

​Ajang nasional dua tahunan ini merupakan momentum krusial dalam pembinaan atlet muda Tanah Air.

  • ​POPNAS XVII akan mempertandingkan 23 cabang olahraga.
  • ​PEPARPENAS XI menggelar empat cabang olahraga, yaitu para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, dan para renang.
  • ​Kedua ajang ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari 1 hingga 10 November 2025.
Baca Juga  Vietnam Gagalkan Mimpi Indonesia di Final Piala AFF U-23

​Meskipun menjadi acara olahraga pelajar terbesar di Indonesia, pembukaan POPNAS dan PEPARPENAS kali ini tidak dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir.

​Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat. Turut hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

​Ketidakhadiran Menpora Erick Thohir memicu kritik keras dari kelompok Koalisi Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas.

​”Ketidakhadiran Menpora dalam pembukaan POPNAS dan PEPARPENAS patut diduga Erick Thohir jaga jarak dengan para penyandang disabilitas,” ujar Al Cautsar, perwakilan Koalisi Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas, saat ditemui di Jakarta

​Al Cautsar menghubungkan dugaan ini dengan insiden penolakan terhadap tamu disabilitas pada ajang peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober lalu.

Baca Juga  Belgia Mandul Lagi! Iran Curi Poin Berharga Berkat Aksi Heroik Sang Kiper

​Menurutnya, sikap Menpora mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap atlet disabilitas:

​”Dengan kondisi seperti ini, jangan harap banyak terhadap Menpora akan peduli terhadap prestasi penyandang disabilitas. Untuk hadir pembukaan saja tidak bisa, apalagi meningkatkan prestasi atlet-atlet disabilitas,” tutup Al Cautsar.(Red).