Pembukaan POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI Dihadiri Wamenpora, Menpora Erick Thohir Absen

Disabilitas, Olahraga1345 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 4 November 2025 – Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI tahun 2025 resmi dibuka di Jakarta International Velodrome pada Minggu sore (2/11). Acara pembukaan berlangsung meriah, ditandai dengan parade kontingen dari 38 provinsi serta penampilan seni budaya yang melambangkan semangat persatuan pelajar Indonesia.

​Ajang nasional dua tahunan ini merupakan momentum krusial dalam pembinaan atlet muda Tanah Air.

  • ​POPNAS XVII akan mempertandingkan 23 cabang olahraga.
  • ​PEPARPENAS XI menggelar empat cabang olahraga, yaitu para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, dan para renang.
  • ​Kedua ajang ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari 1 hingga 10 November 2025.
Baca Juga  Menuju Tangga Juara, FPPJ Serukan Gerakan “Satu Jiwa” Dukung Persija di JIS

​Meskipun menjadi acara olahraga pelajar terbesar di Indonesia, pembukaan POPNAS dan PEPARPENAS kali ini tidak dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir.

​Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat. Turut hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

​Ketidakhadiran Menpora Erick Thohir memicu kritik keras dari kelompok Koalisi Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas.

​”Ketidakhadiran Menpora dalam pembukaan POPNAS dan PEPARPENAS patut diduga Erick Thohir jaga jarak dengan para penyandang disabilitas,” ujar Al Cautsar, perwakilan Koalisi Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas, saat ditemui di Jakarta

​Al Cautsar menghubungkan dugaan ini dengan insiden penolakan terhadap tamu disabilitas pada ajang peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober lalu.

Baca Juga  Jakarta Muaythai Extravaganza 3 Sukses Digelar, Jakarta Timur Sabet Gelar Juara Umum

​Menurutnya, sikap Menpora mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap atlet disabilitas:

​”Dengan kondisi seperti ini, jangan harap banyak terhadap Menpora akan peduli terhadap prestasi penyandang disabilitas. Untuk hadir pembukaan saja tidak bisa, apalagi meningkatkan prestasi atlet-atlet disabilitas,” tutup Al Cautsar.(Red).