Kabupaten Bekasi ll Markaberita.id – Kepala Desa Lenggahjaya, Sadih Muhammad Parhan, menyatakan akan menampung aspirasi dan keluhan warga yang terdampak pembangunan tanggul permanen Sungai Citarum di Kampung Tapak Serang, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
Kades Sadih mengungkapkan, pembangunan tanggul permanen ini merupakan proyek yang sudah lama dinantikan masyarakat dan kini tengah dikerjakan oleh pihak rekanan dari dinas terkait.
“Pekerjaan tanggul permanen Citarum hilir di Desa Lenggahjaya ini memang sudah lama kita nantikan dan kita upayakan agar segera direalisasikan. Alhamdulillah, saat ini sedang dikerjakan oleh pihak pelaksana dari PT terkait,” ujar Kades Sadih Muhammad Parhan, Selasa (4/11/2025).

Namun demikian, Sadih juga menyoroti adanya keluhan warga sekitar yang terdampak oleh getaran dan kebisingan akibat aktivitas proyek tersebut. Ia mengaku telah menyampaikan hal ini langsung kepada pihak pelaksana agar memperhatikan dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.
“Saya sudah menyampaikan kepada pihak pelaksana bahwa sebelum pelaksanaan harus dipastikan tidak ada kerusakan rumah warga. Jika setelah dikerjakan ada retakan atau kerusakan, pihak pelaksana harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain itu, Kades Sadih menambahkan bahwa dirinya juga telah meminta agar setiap bentuk tanggung jawab dan penyelesaian terhadap dampak pekerjaan dibuat secara tertulis.

“Saya minta agar semua bentuk perbaikan dan tanggung jawab kepada warga terdampak dituangkan secara tertulis, meskipun sebelumnya sudah ada komitmen secara lisan,” tandasnya.
Pemerintah Desa Lenggahjaya berharap proyek pembangunan tanggul permanen Sungai Citarum ini dapat berjalan lancar, tanpa menimbulkan dampak negatif yang merugikan warga sekitar.
Sementara itu, salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan pembangunan tanggul, Nyanih, mengaku belum menerima kompensasi dari pihak-pihak terkait.
“Katanya sih dapat, tapi sampai sekarang belum ada,” ujar Nyanih.
Ia juga menyampaikan bahwa Kepala Desa Lenggahjaya telah datang meninjau lokasi dan meminta warga agar segera melapor jika terjadi kerusakan rumah akibat aktivitas proyek.
“Kalau ada rumah yang retak-retak, tinggal laporan saja ke Desa Lenggahjaya,” tutupnya.
(Carim).






