Markaberita.id | Jakarta, 25 November 2025 – Kasus tragis Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menjerat ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKA) ke Kamboja, khususnya terkait praktik ilegal judi online, memicu gejolak politik dan desakan publik. Dua nama elit politik nasional, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Partai Gerindra) dan mantan Kepala BP2MI Benny Rhamdani, diduga kuat terseret dalam skandal kemanusiaan yang mengerikan ini.
Para korban TKA Indonesia di Kamboja dilaporkan mengalami penyiksaan, bahkan banyak yang meninggal dunia dan hilang, diduga diambil organnya.
Menanggapi skandal tersebut, Ketua Umum Partai Daulat Kerajaan Nusantara (PDKN), Dr. Rahman Sabon Nama, mendesak Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengusut tuntas kasus ini.
“Pemerintah Prabowo diminta untuk segera mengusut skandal yang banyak merugikan TKA Indonesia lewat praktik perdagangan manusia,” tegas Dr. Rahman Sabon Nama dalam pernyataan pers-nya.
Pemulangan terakhir, sedikitnya 400 WNI berhasil diselamatkan dari ‘kamp perjudian online’ di Kamboja. Lebih dari 20 korban yang berasal dari Sulawesi Utara mengaku menjadi korban penipuan berkedok program kerja luar negeri yang direkomendasikan oleh Benny Rhamdani, mantan Kepala BP2MI sekaligus eks Senator DPD RI dari Sulwesi Utara.
Seorang korban yang disamarkan namanya sebagai Budi menerangkan, “Kami direkrut oleh tim bentukan Pak Benny Rhamdani yang menjanjikan akan dipekerjakan di pabrik, perkebunan, dan beberapa industri otomotif di luar negeri. Untuk itu kami harus membayar biaya pemberangkatan antara 25 hingga 35 juta rupiah.”
Sorotan publik juga mengarah pada Sufmi Dasco Ahmad, kader Partai Gerindra yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Laporan investigasi Tempo.co pada 6 April 2025 (meski beberapa berita serupa telah di-take-down) menyebutkan adanya dugaan keterlibatan politisi senior ini dalam bisnis kasino di Kamboja, khususnya melalui perusahaan Golden Oasis Entertainment Ltd.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa Dasco pernah memiliki hubungan bisnis dengan operator kasino yang berbasis di wilayah Sihanoukville dan Poipet, kota yang dikenal sebagai pusat industri kasino dan perjudian online di Kamboja.
Skandal Judi Online atau Bisnis 303 yang melibatkan kalangan elit negara – mulai dari birokrat kementerian/lembaga, politisi, hingga oknum petinggi “baju coklat” di Mabes Polri, pejabat Kemenkominfo, dan Kemendagri – memicu reaksi keras.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, juga menyerukan ketegasan Presiden Prabowo. “Kami butuh ketegasan, Pak Presiden. Terlalu banyak korban,” tulisnya di akun X, yang langsung viral dan mendapat dukungan ribuan warganet.
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, mendesak keras agar pejabat negara yang terindikasi terlibat segera mengundurkan diri dan bertobat.
“Jika keterlibatan oknum Wakil Ketua DPR RI dalam kasus judi online itu benar adanya, saya sungguh menyayangkannya dan meminta yang bersangkutan segera mengundurkan diri saja. Demikian juga Benny Rhamdani harus diproses hukum,” tegas Wilson Lalengke.
Wilson Lalengke juga meminta Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra untuk segera memecat kadernya yang merugikan bangsa dan negara.
“Jangan hanya omon-omon, buktikan dalam tindakan nyata. Saat kata tidak sejalan dengan perbuatan, itu namanya pendusta,” pungkas tokoh pers nasional itu, menekankan pentingnya integritas pejabat publik di mata rakyat.(Red).






