Semangat Sumpah Pemuda: Peran Sentral Generasi Muda Jakarta Menuju Kota Global

Megapolitan403 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 27 Oktober 2025 – Momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025 kembali menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda sebagai agen perubahan dan peletak fondasi pembangunan nasional, sesuai amanat UU No 4 Tahun 2004 Pasal 16. Nilai-nilai persatuan dan tanggung jawab sosial dari Sumpah Pemuda 1928 dinilai masih sangat relevan sebagai pijakan moral bagi akselerasi pembangunan Jakarta menuju kota yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing internasional.

​Ketua Umum Pranko for Jakarta, Zulfikar Marikar, pada Senin (27/10), menekankan bahwa energi moral Pemuda adalah kunci masa depan bangsa.

​”Nilai persatuan dan tanggung jawab sosial yang terkandung dalam Sumpah Pemuda harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata pada generasi muda Jakarta kekinian. Semangat Sumpah Pemuda harus hidup di tengah tantangan global agar Jakarta tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga maju dalam karakter dan solidaritas sosial,” ujar Zulfikar.

​Pemuda Jakarta dan Visi Kota Global (Jakarta Rise#20)

​Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki target ambisius melalui program strategis Jakarta Rise#20: Path Towards Top Global City, yaitu menempatkan Jakarta dalam jajaran 20 kota global teratas dunia pada tahun 2045. Dalam kerangka visi ini, penguatan kualitas sumber daya manusia dan partisipasi aktif pemuda menjadi pilar utama, terutama dalam membangun ekosistem kota berbasis inovasi dan kreativitas.

Baca Juga  Ketua KPID Ahmad Sulhy, Mubes Jakmania Adalah Refleksi Wajah Sosial Anak Jakarta di Mata Publik

​Zulfikar Marikar menyoroti peran sentral sektor kepemudaan dalam mencapai target Rise#20, khususnya pada bidang Masyarakat dan Tenaga Kerja.

  • ​Potensi Demografi: Data BPS menunjukkan bahwa penduduk Jakarta usia 15-30 tahun mencapai 2.428.854 jiwa (22,74%). Jumlah ini merepresentasikan lebih dari 2 juta penduduk usia produktif muda yang berpotensi menjadi penggerak utama ekonomi digital dan kewirausahaan.
  • ​Arah Penguatan: “Pemuda Jakarta perlu diperkuat perannya dalam ekonomi kreatif, teknologi digital, dan kepemimpinan sosial,” tegasnya.

​Tantangan dan Mendesaknya Aksi Nyata

​Meskipun potensi pemuda Jakarta besar, sejumlah tantangan mendesak memerlukan pengelolaan serius, antara lain: kesenjangan sosial-ekonomi, tingginya biaya hidup, keterbatasan akses modal usaha, dan perilaku negatif seperti tawuran.

Baca Juga  Gubernur Pramono: Kebijakan Pro-Rakyat adalah Wujud Nyata Marhaenisme

​Menyikapi hal ini, Zulfikar mendesak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk segera mencari solusi yang tepat sasaran, sebagaimana termaktub dalam Perda No 2 Tahun 2016.

  • ​Perluasan Program: Dinas terkait didorong untuk memperluas program peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan, inkubasi startup, serta fasilitasi ruang kreatif kolaboratif yang merata di berbagai wilayah kota.
  • ​Kolaborasi Lintas Sektor: Dispora juga perlu memperluas kemitraan lintas sektor, termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan, guna mengatasi hambatan perkembangan generasi muda.
  • ​Tolak Program Seremonial: “Dinas Pemuda dan Olahraga perlu merespon cepat visi Gubernur, dengan mendorong terbentuknya ekosistem kepemudaan yang produktif. Jangan terjebak pada program seremonial. Lahirkan program yang berkualitas dan menyasar pada peningkatan SDM Pemuda Jakarta, mendorong pemuda Jakarta tampil sebagai inovator, bukan sekadar penonton,” tegasnya.
Baca Juga  ​FK REPNUS Cium Aroma "Proteksi" di Balai Kota: Tersangka Kasus Maut Bantargebang Masih Punya Jabatan, Ada Apa dengan Pramono Anung?

​Zulfikar Marikar menyimpulkan, pemuda harus ditempatkan sebagai mitra strategis pembangunan di Jakarta. Kolaborasi dari semua pemangku kepentingan menjadi kunci agar pemuda Jakarta mampu tampil sebagai pelaku utama transformasi kota menuju Global City.

​Peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum refleksi semangat 1928 yang adaptif dan kreatif, tidak hanya berakhir pada pembacaan sejarah semata. Visi Jakarta Global City hanya dapat terwujud jika seluruh elemen muda Jakarta bersatu dan bergerak.(Red).