Peristiwa Tunjungan: Saat Pemuda Berkata “Tidak” pada Penjajahan

Nasional797 Dilihat

Markaberita.id | Editorial ​ 19 September 2025 — Tanggal 19 September bukan hanya sekadar tanggal biasa di kalender, melainkan sebuah pengingat abadi tentang keberanian luar biasa yang pernah terjadi di Surabaya. Tepat 79 tahun lalu, di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit), para pemuda Indonesia mengukir sejarah dengan sebuah tindakan heroik yang membungkam kembali klaim penjajahan. Ini adalah momen saat simbol perlawanan dan kedaulatan lahir, yang dikenal sebagai Peristiwa Tunjungan.

​Ketika Bendera Bicara: Simbol Perlawanan Sejati

​Bayangkan sebuah bendera berwarna merah, putih, dan biru berkibar angkuh, seolah mengejek kemerdekaan yang baru saja diproklamasikan. Di mata para pemuda, bendera Belanda itu adalah provokasi, sebuah upaya nyata untuk kembali menguasai tanah air.

Baca Juga  PT Socfindo Berikan Penghargaan Jubilaris 25 Tahun kepada 183 Karyawan di Seumanyam dan Seunagan

​Tak gentar, mereka mengambil tindakan. Dengan semangat yang tak terbendung, mereka memanjat tiang bendera dan merobek bagian birunya. Aksi ini bukan sekadar vandalisme, tetapi sebuah pernyataan yang tegas: “Kami adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat!” Sejak saat itu, bendera Merah-Putih berkibar gagah di langit Surabaya, menandakan kemenangan moral dan penolakan keras terhadap penjajahan.

​Dari Tunjungan ke Masa Kini: Panggilan untuk Bertindak

​Peristiwa Tunjungan lebih dari sekadar cerita masa lalu. Semangat yang sama relevan hingga hari ini. Meskipun kita tidak lagi berhadapan dengan penjajah bersenjata, bangsa kita menghadapi musuh-musuh baru: disinformasi yang memecah belah, intoleransi yang mengikis persatuan, dan apatisme yang melemahkan semangat nasionalisme.

Baca Juga  Editorial: ​Pergerakan Massa 27 Agustus dan 24 September: Membaca Ulang “Cek Ombak” dan Nurani Demokrasi

​Semangat Peristiwa Tunjungan mengajarkan kita bahwa persatuan dan keberanian untuk membela kebenaran adalah kunci. Mari kita jadikan api perjuangan mereka sebagai inspirasi untuk bergerak. Kita bisa menunjukkan keberanian dengan melawan hoaks, menebarkan toleransi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Mari isi kemerdekaan yang mereka perjuangkan dengan karya dan inovasi.

​Peringatan ini adalah pengingat bahwa kebebasan dan kedaulatan tidak boleh dianggap remeh. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mewarisi nilai-nilai tersebut, bukan hanya dengan mengenang, tetapi juga dengan bertindak,(Red.