“Jaga Kampung, Jaga Jakarta”: Warga Kalianyar Berdiri Tegak Melawan Anarkisme

Megapolitan420 Dilihat

​

​Markaberita.id| Jakarta, 1 September 2025 – Aksi demonstrasi yang belakangan ini marak di Jakarta dan diwarnai tindakan anarkis serta penjarahan memicu keresahan di tengah masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, suara “Jaga Jakarta” menggema, dan warga Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, mengambil langkah nyata. Mereka memutuskan untuk tidak tinggal diam dan bersiaga penuh mengantisipasi dampak buruk yang mungkin timbul.

​Para pengurus wilayah, mulai dari Ketua RT, RW, FKDM, dan LMK, bersama tiga pilar Kelurahan Kalianyar, membentuk posko siaga. Tujuannya jelas: memastikan lingkungan tetap aman dan damai di tengah gelombang demonstrasi yang kerap berujung ricuh.

​Andi Nugroho, Ketua RT 001/09 Kalianyar, menyampaikan, “Ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk Jaga Kampung. Kami tidak mempermasalahkan aksi demonstrasi selama tidak merusak dan tidak menjarah. Kami hanya ingin damai dan nyaman.”

Baca Juga  Operasional Sampah Jakarta Selatan Terancam, Pengadaan Accu Diduga Sarat Praktik Koruptif

​Dalam keterangannya, Andi juga mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif dan tidak ikut terlibat dalam aksi anarkis. “Mari sama-sama kita Jaga Jakarta dengan menjaga kampung kita masing-masing. Jangan sampai terprovokasi, tanggapi dengan bijak,” tambahnya.

​Senada dengan Andi, Agus Sukardi, Ketua RW 03 Kalianyar, menegaskan bahwa warga harus tetap tenang dan saling menjaga. Ia mewanti-wanti agar Kalianyar tidak dimasuki oleh oknum-oknum perusuh yang tidak bertanggung jawab.

​”Kami pengurus di wilayah Kelurahan Kalianyar siaga penuh dan siap menghalau segala bentuk provokasi dan juga aksi anarkis dari pihak luar yang sekiranya mengganggu keamanan dan kenyamanan warga. Kami warga Kalianyar siap Jaga Jakarta, Kota kita,” tegas Agus, menunjukkan komitmen kuat dari seluruh warga untuk menjaga ketertiban.(Red).

Baca Juga  HUT ke-499 Jakarta: FPPJ Soroti Banyak 'PR' Kepemudaan yang Belum Tuntas di Tengah Transisi Menuju Kota Global