Syaripudin: Job Fair DKI Jakarta Bukan Sekadar Seremonial, Jadi Jembatan Strategis Turunkan Angka Pengangguran

News547 Dilihat

Markaberita.id |​Jakarta, 15 Agustus 2025 – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Syaripudin, melalui keterangan tertulisnya pada markaberita.id yang di terima pada Jum’at 15/8/25, terkait efektivitas program job fair dalam mengatasi pengangguran.

​Syaripudin menyatakan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Jakarta per Februari 2025 masih berada di angka 6,18%, dengan lebih dari 338 ribu pengangguran. Menanggapi kekhawatiran yang ada, ia menegaskan bahwa job fair merupakan instrumen intervensi pasar tenaga kerja yang dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Program ini berfungsi menjembatani ketimpangan informasi antara dunia usaha dan pencari kerja yang sering kali menjadi penyebab pengangguran terbuka. Syaripudin menekankan, dari sisi efektivitas, job fair dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung penurunan angka pengangguran. Berdasarkan data Disnakertrans DKI Jakarta, rata-rata tingkat penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan dapat mencapai hingga 70% dari peserta yang dipanggil oleh perusahaan.

Baca Juga  Pemkab Bogor Sedang Dihebohkan Dengan Cuitan Medsos Akun @fablo.kecil dan Lampor Jw

​Mengenai sorotan bahwa banyak pencari kerja berasal dari non-KTP DKI, Syarifudin menjelaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan. Prinsip ini ditegaskan dalam pelaksanaan job fair dengan memberikan kesempatan setara bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa memandang domisili. Namun, sebagai upaya afirmatif,

Disnakertrans terus menyebarluaskan informasi job fair secara masif di seluruh wilayah DKI Jakarta untuk menjangkau penduduk lokal. Pelaksanaan job fair juga menggunakan sistem informasi nasional, SiapKerja, yang mampu mengelola dan mengelompokkan data berdasarkan domisili pencari kerja. Pemanfaatan sistem ini memberikan dasar data yang kuat untuk menyusun kebijakan dan strategi afirmatif bagi pencari kerja lokal.

Baca Juga  Transparansi DD Anggaran TH 2024, Kades Sindangjaya Bangun Sarana Olahraga Footsal

​Terkait transparansi anggaran dan efektivitas program, Syaripudin berkomitmen menyelenggarakan job fair secara profesional dan berorientasi pada hasil terukur. Tata kelola ditingkatkan mulai dari seleksi perusahaan yang ketat pada tahap persiapan, digitalisasi proses pada tahap pelaksanaan, hingga monitoring terstruktur pada tahap evaluasi. Disnakertrans juga proaktif melakukan follow-up dengan perusahaan untuk mendapatkan data penempatan aktual. Syarifudin menyimpulkan bahwa job fair diarahkan menjadi platform strategis dalam ekosistem pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan.(Red).